Harisson Singgung Ada Rumah Sakit yang Lebih Memberi Rekomendasi Pasien untuk Swab Test di Swasta
Ia mengatakan bahwa Kalbar terus menerus melakukan kontak tracing dengan adanya penambahan Laboratorium di daerah yang juga beroperasi. Maka sekarang
Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengatakan menerima laporan bahwa ada Rumah Sakit yang menyarankan pasien untuk tidak memeriksa sampel swab di Laboratoriun Untan atau di Labkesda dengan alasan di Laboratorium swasta hasilnya lebih cepat.
“Kasian pasien karena harus mengeluarkan biaya besar sementara di Untan dan Labkesda gratis. Sebenarnya rumah sakit asal mereka menulis bahwa sampel ini kasus yang sedang dirawat di RS tersebut. Maka akan kami dahulukan. Misalnya kalau kirim hari ini malam sudah keluar hasil,” ujarnya, Rabu 2 Desember 2020.
Ia mengatakan bahwa Kalbar terus menerus melakukan kontak tracing dengan adanya penambahan Laboratorium di daerah yang juga beroperasi. Maka sekarang kapasitas pemeriksaan sampel terus meningkat.
“Sekarang tidak ada lagi sampel yang kami periksa lewat 5 hari. Kami memeriksa paling lama 5 hari dan terus kita pepetkan menjadi 3 hari sudah keluar hasil,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Kalbar Sutarmidji Beberkan Alasan Dua Laboratorium Swasta Uji Swab Covid-19 Harus Ditutup
Manun diakuinya terkadang ada kabupaten kota yang mengambil sampel 7 hari lalu, tapi baru dikirim sekarang. Maka hasilnya akan terlambat. Karena pengiriman dari kabupaten kota baru mengirim.
Harisson mengingatkan rumah sakit bahwa untuk mengirim sampel mereka harus menulis bahwa sampel tersebut adah pasien yang sedang dirawat.
“Tapi jangan pula nanti pasien itu tidak dirawat malah ditulis sedang dirawat padahal dia tidak urgent untuk diperiksa,”ucapnyaz
Ia mengatakan bahwa Diskes kabupaten kota saat ini lebih mengutamakan sampel swab dari Rumah Sakit yang mereka rawat inap, rawat jalan dan yang dianggap pasien suspek.
“Jadi mereka utamakan itu untuk dikirim dan diperiksa begitu juga dengan puskesmas. Jumlah sampelnya tentu saja memperhatikan kasus yang mereka tangani di Rs maupun puskesmas,” jelasnya.
Jadi tidak sembarangan swab diambil untik dikirim ke Provinsi dan tentunya kabupaten kota memperhatikan kriteria swab yang diambil.
“Saat ini tingkat kesembuhan meningkat dan m untuk di RSUD Soedarso hanya sisa 57 kasus yang sedang dirawat. Jadi memang terus mengalami penuruan pasien COVID-19 di rumah sakit,” jelasnya.
Dikatakannya bahwa saat ini hanya tersisa Kota Pontianak berada di zona oranye, sementara 13 kabupaten kota lainnya di Kalbar sudah berada pada zona resiko rendah atau kuning.
“Kita harapkan terutama nanti untuk daerah kabupaten yang mengadakan pilkada harus di zona kuning bahkan hijau. Sehingga nanti pilkada tidak menyebabkan resiko kenaikan kasus di tempat yang melakukan pemilihan suara,” ujarnya.
Jadi saat ini untuk Status Provinsi Kalbar sendiri berada pada zona kuning karena 13 kabupaten kota masig kuning dan Kota Pontianak masih zona oranye. (*)