Live Gerhana Bulan Penumbra Senin 30 November 2020 Malam Ini, Perlukah Menggelar Sholat Gerhana ?
Gerhana ini terjadi ketika posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar dan membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi.
Lantas perlukah menggelar shalat gerhana apabila tidak bisa melihat Gerhana Bulan Penumbra dengan mata telanjang?
Berikut penjelasan Ahli Ilmu Falak atau Astronomi Islam dari IAIN Surakarta Muhammad Nashirudin.
"Kalau yang penumbra tidak disunahkan shalat gerhana, yang disunahkan ketika gerhana itu terlihat atau tampak (secara kasat mata)," ungkap Nashirudin kepada Tribunnews.com.
"Sejatinya yang disunahkan shalat gerhana adalah jika gerhana tampak oleh kita," tambahnya.
Nashirudin menambahkan, Gerhana Bulan Penumbra sangat sulit diamati, meski menggunakan alat bantu berupa teleskop.
Namun, bukan berarti hanya orang yang bisa mengamati Gerhana Bulan Penumbra yang disunahkan untuk melaksanakan salat gerhana.
"Amalan ini disunahkan untuk semua orang, tidak hanya yang memiliki alat pengamatan saja," ungkapnya.
Meskipun secara hisab atau perhitungan bisa diketahui adanya Gerhana Bulan Penumbra, Nashirudin menyebut, hal itu tidak menjadi tolok ukur.
"Yang menjadi ukuran adalah gerhana tersebut tampak atau tidak oleh kita secara kasat mata," ungkap Nashirudin.
Dikatakan Nashirudin, salat gerhana dilakukan karena sebuah sebab, yakni kenampakan gerhana.
"Kalau sebab itu muncul maka disunahkan, maka ketika melakukan sesuatu tanpa sebab kenampakan, lantas landasan melakukannya apa?" ujar Nashirudin.
Untuk itu, tidak ada landasan kuat bagi umat Islam yang melaksanakan salat gerhana di momen Gerhana Bulan Penumbra.
"Salat gerhana disunahkan ketika gerhana nampak, lantas jika tidak nampak, tidak ada alasan syar'i untuk melakukannya," jelasnya.
(*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Malam Ini Gerhana Bulan Penumbra, Cek Jadwal dan Lokasi Menyaksikannya"