Dua Kelompok Tani di Kembayan Sanggau Dapat Bantuan CSR HPI Agro
Dipilihnya budidaya ikan lele mengingat adanya pengalaman dan proses pemeliharaan yang tidak sulit.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Zulkifli
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - HPI Agro menyalurkan kewajiban Corporate Social Responsibility Programme (CSR) kepada Kelompok Tani (Poktan) Tompa Jilompa Dusun Sebungkuh, Desa Sebongkuh dan Poktan Tuah Risiki di Dusun Sejuah, Desa Sejuah, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, untuk budidaya ikan lele.
Ketua Poktan Tompa Jilompa, Salimin menyampaikan bahwa Poktan ini berjumlah 12 orang.
Dipilihnya budidaya ikan lele mengingat adanya pengalaman dan proses pemeliharaan yang tidak sulit.
“Kami mendapat bantuan dalam bentuk CSR dari HPI Agro.
Saat ini, untuk tahap pertama panen satu kolam dengan dua ribu ekor benih Lele.
Hasilnya mencapai 335 kilogram,”katanya kemarin.
Dikatakannya, Secara keseluruhan untuk dua kolam sekitar 5 ribu ekor benih Ikan Lele dalam bantuan tersebut.
“Kami panen untuk kolam pertama itu beberapa hari lalu, dari 2 ribu ekor benih ikan hasil panennya 335 kilogram.
Karena kendalanya ada yang mati juga dari dua kolam ini, sekitar 120an ekor,”ujarnya.
Terkait penjualan, untuk harga perkilogramnya, dijual seharga Rp 23 ribu.
Hasil penjualannya, akan diputar kembali untuk modal pengembangan selanjutnya.
Baca juga: Ikuti Kegiatan Jumat Bersih, Ketua TP PKK Sanggau Ajak Warga Gunakan Masker dengan Baik dan Benar
“Kalau total hasil dari satu kolam kemarin hasil penjualannya lebih dari Rp 7 juta rupiah.
Kami belum lihat untuk panen kedua nanti, karena di kolam kedua ini kan ada 3 ribu ekor.
Mudah-mudahan hasilnya maksimal,”harapnya.
Lele tersebut dipasarkan di Kembayan, Sebongkuh dan beberapa tepat lainnya.
“Harapan kami bantuan berupa CSR dari HPI Agro ini dapat terus berlanjut dan tidak putus sampai di sini saja,”harapnya.
Sementara itu, Ketua Poktan Tuah Riski, Parto menyampaikan bahwa pihaknya juga baru saja melakukan panen iklan lele sebanyak 385 kilogram dari total lima ribu ekor benih.
Hasil panen itu dijual dengan harga Rp 23 ribu perkilogram.
Pihaknya, lanjutnya sangat terbantu melalui program CSR HPI Agro tersebut.
Ia berharap kedepan ada pengelolaan yang lebih maksimal, Sehingga hasilnya juga akan maksimal.
"Harapan saya terutama kalau bisa ada bantuan serupa.
Mungkin bisa juga dibantu dengan pengelolaan kolamnya juga, harapannya supaya usaha ini terus berlanjut dan tidak putus,”ujarnya.
Sementara itu, Corporate Affair dan CSR HPI Agro, Paulus Nokus menyampaikan bahwa dengan bantuan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat masyarakat untuk lebih produktif dan mandiri.
“Di PT GKM dan PT SML sudah ada 10 kelompok, ada pelihara ayam, ikan nila dan lele, dan ada juga ternak Babi.
Kita berharap mereka berhasil mengelola ternak yang ada,"katanya.
Dikatakannya, Konsep kemandirian ekonomi ini diharapkan dapat membawa perubahan dilingkungan sekitar.
"Hingga triwulan III tahun ini, HPI Agro di seluruh Kalbar sudah membina 41 kelompok, harapannya hingga akhir tahun bisa mencapai 60 kelompok binaan,"pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/poktan-tompa-jilompa-saat-foto-bersama-usai-panen-iklan-lele.jpg)