Yustinus Dorong APBDes Juga Dialokasikan untuk Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sintang
Menurutnya, tingginya jumlah ibu dan bayi yang meninggal di Kabupaten Sintang, sudah menjadi masalah serius.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang, Yustinus mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, instansi vertikal dan organisasi profesi untuk bersama menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sintang.
Menurutnya, tingginya jumlah ibu dan bayi yang meninggal di Kabupaten Sintang, sudah menjadi masalah serius.
Oleh sebab itu, Yustinus mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam bekerja keras menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
“Saya juga minta agar peranan pemerintah desa semakin diperkuat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini," pinta Yustinus.
Baca juga: Sepanjang Tahun 2020, 16 Ibu dan 53 Bayi Meninggal di Kabupaten Sintang
Yustinus juga mendorong pemerintah desa bisa memperhatikan dan memberikan anggaran dalam APBDes untuk menurunkan kasus ini.
"Saat inikan di APBDes sudah ada anggaran untuk mencegah stunting.
Kita dorong juga supaya ada anggaran di APBDes untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di desa mereka masing-masing," harapnya.
Oleh sebab itu, Yustinus mendorong program penurunan angka kematian ibu dan bayi ini dimulai dari desa.
"Maka saya minta agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang agar mulai APBDes 2021 nanti, jangan sahkan APBDes seluruh desa di Kabupaten Sintang kalau di dalam APBDes tersebut belum menganggarkan kegiatan dan program yang bertujuan menurunkan angka kematian bayi dan ibu di desa mereka," tegasnya.
Yustinus memasang target penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sintang dalam 6 bulan ke depan, kasusnya harus sudah menurun drastis.
" Untuk bisa berhasil, maka kita harus bekerjasama dan keroyokan," harapnya.