Breaking News:

Bacakan Pendapat Akhir Fraksi, Inilah Masukan Fraksi NasDem untuk Pemprov Kalbar

Penggunaan Anggaran Belanja Tidak Terduga agar dilaksanakan secara selektif dan ketat. 

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
DPRD Provinsi Kalbar, Michael Yan Sri Widodo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Kalbar, Michael Yan Sri Widodo menjelaskan masukan-masukan pihaknya kepada Pemprov Kalbar.

Hal ini dikatakan Michael Yan saat membacakan Pendapat Akhir Fraksi Partai NasDem pada rapat paripurna, Senin 23 November 2020. 

Adapun secara makro, masukan dari Fraksi Partai NasDem dalam pelaksanaan APBD 2021 ialah Pelaksanaan kegiatan hendaknya dilakukan secepatnya, karena kondisi Ekonomi Indonesia (termasuk Kalimantan Barat) berada dalam resesi. 

Diupayakan kegiatan yang menyerap banyak tenaga kerja (padat karya), agar didahulukan pelaksanaannya untuk mengurangi pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung.  

Pemerintah Daerah diharapkan melakukan upaya-upaya sistematis dan terukur, agar Kepala OPD dapat memaksimalkan penyerapan anggaran. 

Baca juga: Fraksi NasDem DPRD Kalbar Ungkap Pembahasan APBD 2021 Berlangsung Alot

"Di tengah kita sedang dalam posisi kesulitan mendapatkan tambahan pendapatan  dan di sisi lain kita menghadapi bertambahnya kegiatan-kegiatan untuk pemulihan akibat Pandemi Covid19, menjadi absurd kalau penyerapan anggaran tidak terealisasi dengan maksimal sehingga SILPA kita besar," kata Michael Yan Sri Widodo.

Kegiatan yang mempunyai leverage (daya ungkit) pertumbuhan ekonomi tinggi dan berdampak pada masyarakat yang lebih luas, sebaiknya didahulukan. 

Penggunaan Anggaran Belanja Tidak Terduga agar dilaksanakan secara selektif dan ketat. 

Fokus kegiatan tetap diarahkan pada Penanganan Pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya. 

Secara spesifik, duplikasi jembatan Kapuas di Kota Pontianak dan jembatan Sungai Sambas di Kabupaten Sambas perlu mendapatkan prioritas, karena masyarakat sangat merasakan urgensi kedua jembatan tersebut. 

Demikian juga, rehabilitasi beberapa ruas jalan di Kabupaten Bengkayang yang longsor ditimpa banjir baru-baru ini, serta ruas jalan di beberapa Kabupaten yang rusak parah, seperti jalan dan jembatan Bodok – Meliau, perlu mendapatkan perhatian pada pelaksanaan APBD 2021

Fraksi Partai NasDem, lanjutnya, sependapat dengan Badan Anggaran DPRD bahwa Badan Pendapatan Daerah sebagai leading sector  dalam memacu bertambahnya pendapatan, diminta untuk melakukan upaya-upaya mengurangi tunggakan pajak.

Selain itu penggalian sumber-sumber pendapatan daerah berupa retribusi dan pajak daerah yang potensial, harus terus dilakukan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Dalam konteks mengejar ketertinggalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat, pemerataan pembangunan gedung SMA dan SMK negeri perlu mendapat perhatian kita. 

Masih banyak Kecamatan yang belum tersedia SMA/SMK, sehingga memperbesar angka putus sekolah dan sangat berpengaruh pada indikator pendidikan. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved