Kesehatan
CURIGAI Jika Sariawan Seperti Ini, Bisa Jadi Anda Terkena Kanker Mulut
Pinggiran sariawan juga harus berwarna merah sebagai ciri yang menunjukkan adanya peradangan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Sariawan adalah kondisi saat mulut terasa sakit yang ditandai dengan luka warna putih dan kekuningan di sekitar bibir, gusi, atau lidah.
Selain itu, sariawan juga umumnya muncul di lapisan dalam pipi dan tenggorokan.
Dikutip dari Grid Fame, kita biasa mengenal 4 bahan untuk mengatasi sariawan ini.
Baca juga: OBAT MANJUR Hilangkan Sariawan, Hanya Oleskan Tanaman Hias Ini
Beberapa bahan tersebut adalah soda kue, lidah buaya, teh celup, hingga garam.
Tetapi tak semua luka yang ada di mulut pasti sariawan, loh.
Diwartakan Kompas.com, hal itu dijelaskan oleh Rahmi Amtha, Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia.
Pertama, sariawan harus berbentuk cekung.
Ia menegaskan, kita harus curiga apabila sariawan atau dikenal dalam istilah kedokteran sebagai stomatitis aphtosa bukan berbentuk seperti kawah.
Sariawan juga tidak memiliki penampakan bintil-bintil.
“Tanda khas sariawan berikutnya bentuknya oval atau bulat. Kalau kegigit mungkin pertamanya tidak bulat, tapi lama-lama akan jadi bulat,” ujar Rahmi.
Kemudian, pinggiran sariawan juga harus berwarna merah sebagai ciri yang menunjukkan adanya peradangan.
Warna dasar luka haruslah putih kekuningan.
Apabila telah memiliki tanda berbentuk kawah, oval, pinggiran merah, serta dasar luka putih kekuningan, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit, maka belum tergolong sariawan klasik.
Rahmi menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir jika terdapat lebih dari satu sariawan bersarang di rongga mulut.
Baca juga: BAWANG MERAH Bisa Sembuhkan Pilek, Sariawan & Sakit Kepala dengan Sekejap, Begini Cara Meraciknya!
Selama sariawan menampakkan ciri yang telah disebutkan, itu masih dikatakan normal.
Sariawan tidak lagi wajar apabila tak berangsur pulih setelah empat minggu.
Hal ini karena biasanya sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun dua hingga empat minggu.
“Tapi kalau ada iritasi, bisa muncul gejala yang lebih parah. Sel radang dari dalam tubuh akan melepas zat kimia untuk melawan pemicu iritasi, penyebab peradangan. Daerah sekitar sariawan jadi bengkak, merah, dan panas,” ujarnya.
Asalkan faktor iritasi di sekitar sariawan diketahui, misalnya karena gingsul, tergigit, dan pemakaian kawat, maka sariawan lebih dari empat minggu masih terbilang wajar.
Sariawan baru patut dicurigai ketika terjadi terus-menerus.
Tapi tidak diketahui faktor penyebabnya, apalagi jika diikuti dengan pinggiran sariawan yang mengeras dan menggulung.
Itu merupakan tanda-tanda bahaya.
Lebih lanjut, sariawan yang dibarengi demam atau gangguan pada kulit perlu diwaspadai sebagai tanda penyakit, seperti kanker mulut dan herpes.
Jika kamu mengalami ciri-ciri sariawan yang tidak wajar, segeralah hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
(*)
Artikel ini telah terbit sebelumnya di https://www.grid.id/read/042429649/belum-tentu-sariawan-biasa-ini-tanda-luka-di-mulut-yang-berpotensi-kanker?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sariawan_20170717_213945.jpg)