Breaking News:

BPN Kalbar Gelar Rapat Evaluasi 2020, dan Buat Gebrakan Percepatan Pelayanan Secara Digitalisasi

Saat diwawancarai awak media, Yuli Mardiyono mengatan kegiatan evaluasi kali ini berlaku untuk semua ATR BPN Satker di Indonesia.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Direktur Survei Dan Pemetaan Tematik, Ir. Yuli Mardiyono saat diwawancarai awak media disela rapat evaluasi kinerja tahun 2020 yang digelar BPN Kalbar di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis 19 November 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN ) Provinsi Kalbar menggelar rapat evaluasi kinerja tahun 2020 dengan tema “ Transformasi Digital Data Pertanahn Berkualitas Menuju Kalbar Lengkap 2025, di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis 19 November 2020.

Turut hadiri, Direktur Survei Dan Pemetaan Tematik, Ir. Yuli Mardiyono sebagai pemateri pada kegiatan tersebut.

Saat diwawancarai awak media, Yuli Mardiyono mengatan kegiatan evaluasi kali ini berlaku untuk semua ATR BPN Satker di Indonesia.

“Kali ini saya kesini sehubungan dengan daerah binaan saya salah satunya Kalbar. Jadi apa yang sudah dilakukan dalam setahun ini sudah menjelang tahun akhir. Maka harus kita evaluasi bagaimana kondisi terkahir ini dan persentase capaian, kondisi fisik maupuan serapan anggarannya,” jelasnya.

Selain itu ingin melihat apa kendala yang ada.

Kemudian bahwa masa transisi dari manual mau tidak mau berusaha merubah gaya pelayanan dari manual menjadi modern.

Baca juga: Sinergi KPK, PLN dan Kementerian ATR/BPN Berhasil Amankan 1.419 Persil Aset Tanah

Dikatakannya tahun ini masih melakukan peningkatan kualitas data salah satunya transformasi ke digital.

Setelah itu akan melaksanakan pembaharuan data yang ada dan memperbanyak data yang ada, serta memperbaiki data yang ada.

“Itulah yang disebut PTSL sampai tahun 2024 sehingga tercapai permintaan secara lengkap dan bisa melayani secara digital dengan data berkualitas,” ujarnya.

Harapannya untuk kegiatan pendaftaran tanah sudah bisa merambah lebih positif.

Artinya setiap hak yang dikeluarkan audah ada jaminan pendukung yang lebih kuat lagi.

“ Jadi kita evaluasi setahun ini apa yang sudah kita lakukan dan persentase capaiannnya dsn menuju pelayanan yang modern,” ujarnya.

Dikatakannya untuk menghadapi industri 4.00 adalah mengambil sikap profesional.

Sehingga output yang dikeluarkan salah satunya seperti sertifikat yang tadinya manual beralih kepada modern.

Akan tetapi tidak mengurangi esensi dari pada isi nya sendiri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved