Upaya Bertahan Pedagang Es Buah Dimasa Pandemi, Omzet Turun Hingga 50 Persen

Bahkan dari penurunan omzet itu, dikatakannya hingga stok penjualan dalam setiap hari terpaksa harus dikurangi.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Suasana di tempat penjualan es buah di Jalan Mujahidin, Pontianak, Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Semasa pandemi covid-19, pedagang kaki lima di Kota Pontianak akui terjadi penurunan omzet hingga 50 persen.

Penurunan Omzet tersebut terjadi lantaran berkurangnya para pembeli.

Satu diantara pedagang kaki lima yang berjualan di Jalan Mujahidin Pontianak, Juni mengatakan bahwa penjualannya mengalami penurunan pembeli sejak adanya pandemi covid-19.

Bahkan dari penurunan omzet itu, dikatakannya hingga stok penjualan dalam setiap hari terpaksa harus dikurangi.

"Yang biasa terjual 100 mangkok, kini hanya sekitar 65 an mangkok saja. Karena kan sekolah diliburkan dan kampus pun libur," kata Juni penjual Es buah.

Baca juga: Masih Situasi Pandemi, Kapolri Ingatkan Protokol Kesehatan Jauhi Kerumunan

Dikatakan dia bahwa mayoritas pembeli dalam setiap hari sebelum adanya pandemi, memang lebih banyak dari kalangan pelajar. Sehingga ketika aktivitas pelajar dirumahkan tentu berpengaruh pada penghasilannya.

"Ada sih dari perkantoran dan jemaah masjid biasanya yang beli. Cuman pas sekolah libur inilah yang sangat membuat penghasilan menurun," ungkapnya.

Tidak hanya itu, pedagang bakso, Lulut juga mengungkapkan penurunan omzet penjualan semenjak adanya wabah pandemi covid-19 ini.

Dikatakannya dengan adanya kebijakan masyarakat dirumah saja juga menjadi faktor utama sepinya pembeli.

Kendati demikian, ia pun tak banyak berkomentar lantaran memang untuk mengantisipasi bahayanya wabah Covid-19 ini harus terus dilakukan.

"Pengurangan omzet hingga 50 persen, yang biasa katakanlah 100 posri terjual kini hanya 50 porsi saja," ungkap penjual bakso Malang sejak 2010 ini.

"Bahkan biasanya kalau hari-hari biasa siswa dan mahasiswa ramai beli bakso," imbuhnya.

Para pedagang kaki lima ini pun berharap agar bahan pokok tidak ada kenaikan.

Bahkan menurut mereka aktivitas sekolah lebih baik di kembalikan jika kondisi sudah memungkinkan.

"Kita harapkan sama-sama jaga kesehatan dan aktivitas sekolah kembali normal. Biar anak-anak pun enggak buntu dirumah terus," jelasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved