Breaking News:

Imbas Pandemi Covid-19, Pengusaha Tempe di Jawai Minim Pembeli

Akan tetapi karena pendemi Covid-19 pendapatan usahanya mengalami penurunan drastis.

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ WAWAN GUNAWAN
Pendaftaran Program Bantuan Usaha Mikro (PBUM) produktif dari Kementerian Koperasi dan UMK, Jumat 13 November 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pendaftar Program Bantuan Usaha Mikro (PBUM) produktif dari Kementerian Koperasi dan UMK tahap kedua terus meningkat, Jumat 13 November 2020.

Salah satu pendaftar program bantuan usaha mikro (PBUM) Produktif di Kabupaten Sambas, Supriadi mengatakan dirinya sangat berharap dapat lolos dan mendapatkan bantuan stimulus tersebut.

Kata dia, ini untuk lebih mengembangkan usaha produksi tempenya.

"Saya berharap dapat lolos sehingga bisa menambah modal untuk produksi usaha tempe saya," ujar Supriadi.

Warga Desa Sungai Nyirih, Kecamatan Jawai ini mengaku sejak tahun 2009 dirinya sudah menjadi pelaku UMKM, yang melakukan produksi tempe.

Akan tetapi karena pendemi Covid-19 pendapatan usahanya mengalami penurunan drastis.

"Saya sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19, masyarakat yang membeli tempe saya juga menjadi sepi," ungkap Supriadi.

Baca juga: Dinyatakan Positif Covid-19, Reza Ungkap Hasil Swab PCR Ibunya Sebelum Meninggal Negatif Corona

Hal ini semakin diperparah dengan banyaknya sekolah-sekolah yang di libur karena Pandemi Covid-19.

Padahal kata dia sebagian besar pelanggan-pelanggan yang membeli tempe produksinya adalah kantin-kantin sekolah.

"Banyak pelanggan saya adalah kantin-kantin sekolah, maka saat sekolah libur mereka tidak berjualan sehingga tidak membeli tempe buatan saya," jelasnya.

"Ini sangat terasa bagi kami pelaku usaha kecil. Karena akan mengganggu pendapatan kami juga," tutupnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved