Mengenal Kampung Literasi Selamat di Pontianak, Semangat Edukasi Masyarakat

Untuk itu, Kampung Literasi Selamat berupaya untuk terus melakukan kegiatan bermanfaat bagi lingkungan sekitar

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Tribun Pontianak Official Podcast bersama founder kampung literasi selamat Annisa Maharani Nasran. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kampung Literasi Selamat jadi perpanjangan tangan Kemendikbud untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luas.

Kampung Literasi merupakan upaya untuk menjaga kegiatan literasi di masyarakat terus berdenyut melalui beragam kegiatan.

Dan Kampung Literasi dapat menjadi tempat lahir dan tumbuhnya simpul-simpul masyarakat yang literat.

Untuk itu, Kampung Literasi Selamat berupaya untuk terus melakukan kegiatan bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan merupakan satu-satunya Kampung Literasi di Kalbar. 

Founder Kampung Literasi Selamat, Annisa Maharani Nasran, SH, menyampaikan jika kampung literasi yang berlokasi di Jalan H. Rais. A. Rahman, Gang Selamat 1, Sungai Jawi Dalam ini menggunakan istilah "kampung" agar dekat dengan masyarakat.

Meskipun berada di tengah Kota Pontianak, istilah "kampung" diharapkan mampu membuat masyarakat merasa senang.

"Di Kalbar baru Kampung Literasi Selamat yang bekerjasama dengan dinas, dan kampung itu hanya sebutannya saja, meskipun kita berada di tengah kota.

Kalau orang datang ke kampung ataupun pulang kampung rasanya pasti senang disambut terus gimana masyarakat di kampung itu hidup dengan literasi mereka," ungkapnya dalam Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast), Senin 9 November 2020.

Baca juga: Asrul: Pemuda Punya Peran Penting dalam Pengembangan Literasi Daerah

Ia menyebutkan jika Kampung Literasi Selamat memiliki masyarakat yang masih hidup dengan mempertahankan enam literasi dasar, yakni literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan, serta Kampung Literasi Selamat memiliki nuansa yang mendukung untuk sebuah kampung literasi. 

"Ternyata waktu di survei, tempat kita nuansanya dapat dan masyarakat nya masih hidup dengan 6 literasi dasar itu," tambahnya.

Selain itu, ia menceritakan jika Kampung Literasi Selamat ini bermula dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lalu ia mengolah Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Dan TBM inilah yang menjadi induk dari kampung literasi, sebagai bentuk perpanjangan tangan dari Kemendikbud. 

"Nah TBM inilah induk dari kampung literasi itu.

Jadi jika ingin membuat kampung literasi harus ada embrio dasarnya dulu, harus ada TBM.

Karena itulah dia perpanjangan tangan dari Kemendikbud," tuturnya. 

Ia juga telah dikirim sebagai perwakilan Kalbar untuk studi banding ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Yogjakarta dan Medan, untuk melihat kampung literasi yang ada di sana, dan ternyata kampung literasi di daerah tersebut sama dengan Kampung Literasi Selamat yang telah dibangunnya. 

Annisa juga menyampaikan jika Kampung Literasi Selamat memiliki banyak sekali kegiatan positif terutama bagi masyarakat sekitar, kegiatan yang dilakukan seperti membina masyarakat untuk produktif dengan melatih beragam skill dan pemahaman yang berkaitan dengan 6 literasi dasar.

"Selain sebagai kampung wisata, masyarakat juga bisa mendapatkan edukasi di Kampung Literasi Selamat ini," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved