Gejolak di Medsos Tiang Bendera Peninggalan Kesultanan, Ini Jawaban Pangeran Ratu Muhammad Tarhan

Berdasarkan hasil silaturahmi tersebut Yang Mulia Pangeran Ratu Muhamamad Tarhan mengatakan bahwa penempatan tiang bendera eks Kesultanan Sambas akan

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pergelaran silaturahmi antara Yang Mulia (YM) Pangeran Ratu Muhammad Tarhan dan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie membahas tiang bendera peninggalan Kesultanan Sambas di Kota Singkawang, Jumat 6 November 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Polemik tiang bendera peninggalan Kesultanan Sambas yang berada di Singkawang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial berberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut Yang Mulia (YM) Pangeran Ratu Muhammad Tarhan menegaskan agar polemik yang bergulir di media sosial itu untuk diakhiri.

Untuk menuntaskan permasalah tersebut, koordinasi dan komunikasi bersama semua pihak terus dilakukan, salah satunya adalah silaturahmi Kesultanan Sambas ke rumah dinas Wali Kota Singkawang, Jumat 6 November 2020 kemarin, dimana pertemuan itu difasilitasi DPD PFKPM Kota Singkawang yang diketuai Muhammadin.

Dalam kesempatan ini, baik YM Pangeran Ratu Muhammad Tarhan sebagai penerus takhta Kesultanan Sambas maupun Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menunjukkan kapasitasnya sebagai kepala daerah dimana agenda Silaturahmi itu dimaksutkan untuk membahas terkait penempatan tiang bendera eks Kesultanan Sambas di Kota Singkawang.

Berdasarkan hasil silaturahmi tersebut Yang Mulia Pangeran Ratu Muhamamad Tarhan mengatakan bahwa penempatan tiang bendera eks Kesultanan Sambas akan dipusatkan di Rumah Melayu Kota Singkawang.

"Mungkin ini jalan terbaik. Kita sepakati tiang bendera Kesultanan Sambas ini kita letakkan di rumah melayu," ungkap YM. Pangeran Ratu Muhamamad Tarhan, Jumat 6 November 2020 kemarin.

Apa yang menjadi kesepakatan, terkait penempatan tiang bendera Kesultanan Sambas ini sepertinya menjadi titah langsung YM. Pangeran Ratu Muhamamad Tarhan yang disaksikan seluruh peserta silaturahmi yang hadir termasuk Wali Kota Singkawang.

Baca juga: Pemilik IKM Jahe Sinkari Bangga dan Bersyukur Jadi Percontohan oleh Disperindag Singkawang

YM. Pangeran Ratu Muhamamad meminta tidak ada lagi polemik terkait Tiang bendera Kesultanan Sambas di Singkawang ini baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Dirinya juga berpesan kepada Muhammadin selaku Ketua DPD PFKPM Singkawang dan anggota serta seluruh masyarakat dapat menjaga dan memastikan salah satu aset budaya ini kedepannya dapat lestari.

Kesepakatan tersebut disambut baik Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Bahkan Tjhai Chui Mie dengan rendah hati mempersilakan Kesultanan Sambas untuk memberikan masukan terkait design penempatan tiang bendera Kesultanan Sambas tersebut.

"Jika memang ada design seperti apa pembangunan terkait penempatan tiang bendera dari pangeran maupun Bunda Ratu kami persilakan. Nantinya kami akan dengan senang hati mempersiapkan anggarannya untuk segera kita bangun," ungkap Tjhai Chui Mie.

Wali Kota berharap keberadaan tiang bendera kesultanan Sambas akan menambah khazanah rumah adat Melayu Singkawang.

"Nantinya kita harapkan dalam pembangunan penempatan tiang bendera ini akan kita hiasi tulisan sejarah tiang bendera tersebut agar anak anak kita baik dari Singkawang, Sambas, Bengkayang atau dari manapun datang ke rumah melayu mendapatkan pengayaan ilmu sejarah kebudayaan," katanya.

Hal ini, kata Tjhai Chui Mie, tentunya akan menjadi kebanggaan semua pihak atas adanya peninggalan bersejarah di Kota Singkawang.

Oleh sebab itu sebagaimana titah YM. Pangeran Ratu Muhamamad Tarhan agar tiang bendera Kesultanan Sambas untuk ditempatkan di rumah Melayu Singkawang dapat berjalan lancar sesuai rencana dan kesepakatan.

Tjhai Chui Mie berharap atas kesepakatan yang dilakukan ini maka diharapkan semua pihak dapat menerimanya sesuai titah YM. Pangeran Ratu Muhamamad Tarhan. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved