Pemilik IKM Jahe Sinkari Bangga dan Bersyukur Jadi Percontohan oleh Disperindag Singkawang

Terkait pemasaran produk, Ichsan menjelaskan dirinya menggunakan reseller dalam memasarkan produknya.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Zulkifli
TRIBUN PONTIANAK/Rizki Kurnia
Pemilik usaha Jahe Sinkari, Dr Ichsan Alhadi bersama istri memperlihatkan produk Jahe Sinkari hasil produksi usahanya yang telah sukses dipasarkan diluar Kalbar. Jumat 6 November 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Rizki Kurnia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Dr Ichsan Alhadi pemilik sekaligus pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) Jahe Sinkari merasa bersyukur dan bangga karena usaha hasil olahan jahe yang dikemas dengan nama Jahe Sinkari dapat dijadikan sebagai contoh bagi pelaku usaha lain oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindag KOP dan UKM) Kota Singkawang.

"Alhamdulillah saya bersyukur, apalagi usaha ini belum berumur satu tahun, namun mampu menjadi percontohan untuk UMKM lainnya," terang Ichsan kepada wartawan, Jumat 6 November 2020.

Keberhasilan ini, dia katakan berkat kerjasama tim dan tekat kuat untuk menjadi UMKM yang sukses.

Terkait pemasaran produk, Ichsan menjelaskan dirinya menggunakan reseller dalam memasarkan produknya.

Namun tentunya harus reseller yang memang memiliki kemampuan baik dalam memasarkan, dengan disertakan promo, tentunya akan menjadi penawaran yang menarik bagi pelanggan.

"Tapi tentunya reseller ini kan terkadang dia bisa sibuk dengan hal lain, sehingga pemasaran bisa menurun, disitu kita harus bisa memaikan promo, misalkan kita kasi bonus kepada reseller dengan target penjualan," jelasnya.

Baca juga: Disperindag KOP dan UKM Singkawang Gelar Pelatihan, Jahe Sinkari Jadi Percontohan Pemasaran

Kendati demikian, dia juga mengakui pemasaran menjadi kendala besar bagi pelaku usaha.

IKM Jahe Sinkari yang dapat dikategorikan baik dalam pemasarannya oleh Disperindag KOP dan UKM, dikatakan Ichsan masih mengalami kendala.

Untuk pemasadan Jahe Sinkari, dia katakan masih ada kendala dalam memasarkan produknya ke toko-toko dan mini-market.

"Untuk saat ini kami sedang memproses label Halal dari MUI, insyallah tahun depan sudah bisa dipasarkan di Indomaret dan Alfamart lokal," katanya.

Ichsan berpesan, bagi masyarakat yang berkeinginan untuk menjadi pelaku usaha, hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat peluang-peluang usaha yang berpotensi menguntungkan.

"Misalnya kita dapat melihat hal apa yang menjadi kebutuhan banyak orang, atau barang apa yang mudah didapatkan kemudian dapat kita olah dan memiliki harga jual," terangnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved