9 Bulan Pemkab Mempawah Hadapi Pandemi Covid-19, Berikut Penjelasan Wabup Muhammad Pagi
Sejak Maret hingga November telah kita lalui mudah-mudahan apa yang telah kita kerjakan ini bernilai ibadah di hadapan Allah SWT
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sekitar sembilan bulan Pemkab Mempawah menghadapi Pandemi Covid-19. Dengan berbagai upaya telah dilakukan untuk cegah penyebarannya.
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menanggulangi pandemi Covid-19.
"Terutama kepada seluruh komponen Satgas Covid-19, termasuk Polri dan TNI yang telah bekerja keras, bersatu padu dan tanpa kenal lelah untuk memberikan pelayanan dan pemahaman kepada masyarakat agar bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sejak Maret hingga November telah kita lalui mudah-mudahan apa yang telah kita kerjakan ini bernilai ibadah di hadapan Allah SWT," ujar Muhammad Pagi, Jumat 6 November 2020
Muhammad Pagi, mengatakan apa yang diturunkan Allah SWT, baik musibah ataupun kenikmatan, pasti ada manfaat dan memiliki hikmah di baliknya.
Baca juga: Mempawah Zona Kuning, Erlina: Butuh Kesadaran Diri Cegah Penyebaran Covid-19
"Karena itu hadapi dengan sabar, ambil hikmahnya, dan mari kita mengintrospeksi diri. Mudah-mudahan di balik meluasnya Covid-19 ini ada kebaikan-kebaikan yang akan kita terima nantinya, Insya Allah," tuturnya.
Ia juga mengatakan tidak pernah henti memberikan imbauan dan mensosialisasikan protokol kesehatan.
Di antaranya menurut dia melakui peringatan Maulid di sejumlah daerah di Mempawah.
"Saya sampaikan masyarakat tentang Covi-19 yang tidak nampak, tapi ancaman bahayanya ada. Maka untuk mencegahnya harus dengan menerapkan disiplin 3M, yakni mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dengan yang air mengalir," kata Muhammad Pagi.
Ia mengatakan semua pemangku kepentingan harus terus menerus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait protokol kesehatan ini.
"Dengan demikian, akan lahir integrasi antara pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat. Jika masyarakat sudah patuh, maka tidak sulit bagi kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakil-bupati-mempawah-muhammad-pagi.jpg)