Disperindag KOP dan UKM Singkawang Gelar Pelatihan, Jahe Sinkari Jadi Percontohan Pemasaran
Satu di antaranya adalah IKM Jahe Sinkari yang berada di Kelurahan Bukit Batu, Singkawang Tengah Kalimantan Barat milik Dr Ichsan Alhadi.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Zulkifli
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Rizki Kurnia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindag KOP dan UKM) Kota Singkawang melalui Seksi Kemitraan dan Promosi Bidang Perindustrian menggelar pelatihan fasilitasi kerjasama kemitraan industri mikro kecil dan menengah dengan swasta yang berlangsung dari Senin 2 November 2020.
Di hari ke-lima pelaksanaan pelatihan, tepatnya pada Jumat 6 November 2020, Panitia mengajak para peserta yang merupakan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) berjumlah 20 orang mendatangi tempat usaha yang sudah dikategorikan berjalan sangat baik serta mampu bertahan meskipun dimasa pandemi Covid-19 seperti usaha kripik dan produk olahan jahe di Kota Singkawang.
Satu di antaranya adalah IKM Jahe Sinkari yang berada di Kelurahan Bukit Batu, Singkawang Tengah Kalimantan Barat milik Dr Ichsan Alhadi.
Usaha Jahe Sinkari yang belum berumur satu tahun ini, dinilai Disperindag KOP dan UKM sudah mampu memasarkan hasil produksinya secara luas di Indonesia.
"Jahe Sinkari itu kami lihat pemasarannya sangat intens ya, baik di warung maupun di mini-market," terang Anisa, Kepala Seksi Kemitraan dan Promosi Bidang Perindustrian Disperindag KOP UKM Singkawang, Jumat 6 November 2020.
Baca juga: Disperindagkop dan UKM Singkawang Ajak Masyarakat Patenkan Hasil Karya
Dengan hal tersebut, dikatakan Anisa, para pelaku IKM yang menjadi peserta pelatihan ini dapat memperlajari seputar cara pemasaran, produksi olahan, pengemasan dan lainnya kepada IKM Jahe Sinkari ini.
Para peserta ini, kata Anisa, telah dipilih oleh Disperindag KOP dan UKM berdasarkan ke-rutinitasan dalam berkarya dan produk yang sudah mulai dipasarkan.
Kebanyakan peserta merupakan IKM yang telah merintis usahanya sejak lama, berberapa diantaranya merupakan orang-orang yang baru dalam dunia kewirausahaan.
Dengan pelatihan ini, dia katakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemasaran dan produksi hasil usaha.
Tentunya dimasa pandemi Covid-19, pemasaran merupakan kendala terbesar didalam dunia usaha, berberapa pelaku usaha mengalami penurunan pendapatan akibat kesulitan pemasaran produk, misalnya olahan roti yang sebelumnya sampai keluar pulau, karena Covid-19 sehingga hanya di distribusikan di Kalbar.
Sehingga dengan pelatihan ini, akan membantu pengusaha yang sebelumnya kesulitan mendapatkan jalan keluar permasalahannya.
"Serta pelaku usaha yang baru ini tergerak dan termotivasi untuk meningkatkan usahanya," terang Anisa.
Selain itu, Disperindag KOP dan UKM, kata Anisa, juga tetap melakukan monitoring kepada pengusaha-pengusaha ini, serta memberikan motivasi dan mencari jalan keluar dari setiap kendala para pelaku usaha.