8 Bulan Mengajar Via Daring, Guru di Singkawang Ini Ungkap Kerinduan Mengajar Secara Tatap Muka
Banyak hal yang tidak dia dapat ketika mengajar hanya dengan sistem daring, salah satunya adalah mengenal siswa lebih dalam.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Zulkifli
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Rizki Kurnia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wali Kelas 11 IPS 3, SMAN 2 Singkawang, Sri Wahyuni mengungkapkan kerinduan akan pembelajaran tatap muka sudah teramat dia rasakan.
Lebih delapan bulan mengajar dengan menatap layar, membuat Sri berharap banyak agar pembelajaran tatap muka dapat segera dilaksanakan.
Banyak hal yang tidak dia dapat ketika mengajar hanya dengan sistem daring, salah satunya adalah mengenal siswa lebih dalam.
"Kita jadi sulit untuk menilai karakter siswa, bahkan untuk mengenal siswa lebih dekat saja tidak bisa," kata Sri kepada awak media, Minggu 1 November 2020.
Baca juga: Wawako Singkawang Irwan Sarankan Kembali Gelar Pembelajaran Secara Tatap Muka
Apalagi, kata Sri, ditahun ajaran baru, dirinya yang merupakan seorang wali kelas, belum pernah bertemu siswa baru secara tatap muka langsung.
Tentunya menjadi kendala bagi seorang Wali Kelas dalam memberikan arahan kepada siswanya.
Bukan cuma itu, sebagai seorang guru, dia pun menilai akan lebih baik mengajar siswa dengan tatap muka, dimana komunikasi antara guru dan siswa lebih mudah, terutama proses tanya jawab.
"Dalam penilaian dan pembelajaran pun tidak se-efektif tatap muka, dalam penilaian juga, kalau lewat aplikasikan hanya essai, jadi untuk tanya jawab tidak se-efektif tatap muka," terangnya.
Belum lagi, kata Sri, permasalahan teknis seperti jaringan gangguan, tidak ada kuota, atau bahkan murid yang ketiduran saat belajar online pun sempat dia temui saat mengajar.
Sehingga, pembelajaran tatap muka menjadi harapan bagi dirinya.
Kendati mengharapkan pembelajaran tatap muka, Sri menerangkan keharusan untuk memberikan siswa sebuah orientasi, dimana saat ini siswa sudah terbiasa dirumah, pastinya akan menimbukan kesan berbeda ketika belajar di lingkungan sekolah.
"Jadi jangan sampai mereka kaget ketika belajar di sekolah, mereka harus menghilangkan karakter belajar daring ketika sudah belajar sekolah, sehingga perlu orientasi," jelasnya.
--
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sri-wahyuni-kanan.jpg)