Wawako Singkawang Irwan Sarankan Kembali Gelar Pembelajaran Secara Tatap Muka

Kementrian Pendidikan, kata Irwan, dapat membuat sejumlah aturan protokol kesehatan pada sistem belajar tatap muka.

Tayang:
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Wali Kota Singkawang Irwan saat diwawancarai wartawan berberapa waktu lalu. 

Laporn wartawan Tribun Pontianak Rizki Kurnia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pendidikan turut menjadi sektor yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan terpaksa merubah sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran berbasis online yang ternyata tidak sepenuhnya efektif seperti tatap muka.

Melihat perihal itu, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan menerangkan dirinya mengharapkan ada kebijakan baru dari Pemerintah Pusat untuk mengizinkan sistem pembelajaran tatap muka agar kembali diterapkan dengan ketentuan penerapan protokol kesehatan ketat.

Menurutnya kekurangan dan keterbatasan dalam pembelajaran secara online menjadi alasan utama, agar pemerintah mempertimbangkan pembelajaran secara tatap muka.  

Berberapa di antaranya Irwan paparkan seperti kemampuan penguasaan teknologi yang masih kurang, sarana-prasarana atau fasilitas yang terbatas, biaya yang mahal bagi masyarakat kurang mampu, serta jaringan internet yang tidak merata tersedia khususnya di pedesaan.

Baca juga: Personel Polres Singkawang Dibekali Edukasi Safety Riding

Terlebih, apabila melihat kondisi saat ini, dimana dia katakan sektor sosial dan ekonomi yang perlahan sudah mulai bangkit dimasa pandemi ini, seharusnya dapat pula membangkitkan sektor dibidang pendidikan.

Dimana sama halnya seperti Mall yang sudah kembali dibuka begitu pula bioskop dengan pembatasan protokol kesehatan, seharusnya dapat pula diterapkan di dunia pendidikan yang saat ini mengalami banyak kendala dengan sistem pembelajaran online.

"Resepsi sudah diperbolehkan, Mall sudah buka, bioskop pun sudah buka tapi tetap melaksanakan protokol kesehatan, apakah ini tidak bisa diterapkan juga di Pendidikan," terang Irwan kepada awak media, Minggu 1 November 2020.

Hal tersebut pun dibahas Irwan pada diskusi kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, drg. Oscar Primadi, MPH pada Kamis 29 Oktober 2020 lalu.

Pada diskusi itu, Irwan menilai sudah seharusnya sektor pendidikan untuk bangkit dengan kembalinya pembelajaran sistem tatap muka yang berpatokan dengan protokol kesehatan.

Kementrian Pendidikan, kata Irwan, dapat membuat sejumlah aturan protokol kesehatan pada sistem belajar tatap muka.

Seperti pengaturan jumlah siswa di kelas, jam pembelajaran siswa, maupun lainnya.

"Kalau dikelas ada 30 siswa, paling tidak bisa 10 secara bergantian," terangnya.

Seharusnya, menurut Irwan, sistem tatap muka dengan penegasan penerapan protokol kesehatan sudah dapat dilaksanakan.

"Bioskop sekali kemarin dilihat, yang nonton juga ada anak-anak," terangnya.

Kondisi pendidikan seperti saat ini menurutnya sudah memprihatikan, dimana siswa harus belajar daring dengan segala kendala, sementara teknologi daring dia nilai tidak bisa membuat anak-anak menyesuaikan diri. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved