Ramlan Akui 90 Persen Warga Desa Jungkat Merupakan Petani

Ia mengatakan desa Jungkat hampir 90 persen penduduknya petani, namun masih banyak kendala yang harus ia hadapi khususnya dibidang pertanian.

TRIBUNPONTIANAK/M Wawan Gunawan
Salah seorang petani sedang beraktivitas di sawah miliknya di Kecamatan Sambas, Jum'at (29/11/2019) sore. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kades Jungkat, Ramlan SR menyambut baik kehadiran Bupati dalam rangka penanaman padi pertama di Desa Jungkat. Tentunya ia juga berharap bupati dapat memberikan bantuan yang mampu memotivasi petani di kabupaten Mempawah.

"Kehadiran ibu sebagai motivasi petani yang ada disini, yang jelas membawa berkah kepada kami. Kami berharap dengan adanya kelompok yang dibuat disini mendapat perhatian dari Bupati, sehingga ada bantuan yang memotivasi untuk keberhasilan petani," ujarnya, selasa 27 Oktober 2020.

Ia mengatakan desa Jungkat hampir 90 persen penduduknya petani, namun masih banyak kendala yang harus ia hadapi khususnya dibidang pertanian.

"Hampir 90 persen warga kita petani, tapi masalah banjir menjadi persoalan yang harus saya hadapi bahkan ketika saya baru dilantik belum lama ini. Khususnya di Parit Latung dan Parit Wan Saleh yang sebenarnya lumbung padi di Jungkat tapi terkendala banjir," katanya.

Karena itu ia sudah berkoordinasi pula ke provinsi untuk membantu menyelasaikan permasalahannya tersebut.

Baca juga: Polsek Siantan Mempawah Gelar Blue Night Patrol Pantau Kamtibmas dan Imbauan Protokol Kesehatan

"Saya saat baru dilamtik sudah dihadapkan permasalahan banjir khususnya Disana parit latung dan wan saleh lumbung padi. Kita sudah ajukan Normalisasi sungai di parit laung dan parit wan saleh, semoga di 2021 dapat terealisasi," katanya.

Sementara itu perwakilan petani Parit Haji Seman, Suraji, menjelaskan, di kawasan itu terdapat empat kelompok tani dengan luas lahan 200 hektar.

Dimana ini masih dalam cakupan Jungkat II yang memliki luas total 600 hektar.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah, Gusti Basrun, serta penyuluh di Kecamatan Jongkat, yang telah memberikan bimbingan sehingga kami bisa melaksanakan penanaman padi perdana ini," ujarnya.

Ia mengatakan program tanam padi ini pihaknya laksanakan dua kali dalam setahun.

Diakuinya, jika ada program pemerintah untuk penanaman jangka pendek, maka dapat dimungkinkan bisa tiga kali setahun.

"Kendala kami di masa panen yang masih menggunakan metode manual, misalnya ketam, arit dan lain sebagainya. Kami berharap, dalam upaya untuk memajukan pertanian di daerah kami, dapat diberikan bantuan alat-alat pertanian, termasuk mesin pemotong hingga perontok padi," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved