Breaking News:

Penanganan Covid

Antisipasi Penambahan Pasien, Ruang Isolasi RSUD Soedarso Akan Ditambah

konfirmasi yang tidak bergejala atau asimtomatik tidak perlu di isolasi di Rumah Sakit seperti yang terjadi di Sintang. Dimana semua kasus konfirmasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini tercatat kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kalimantan Barat sebanyak 1.497 kasus, sementara yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 1.267 kasus. Adapun 10 kasus meninggal.

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan untuk antisipasi lonjakan kasus konfirmasi Covid-19, Pemprov Kalbar telah menyiapkan tambahan satu ruangan Isolasi di RSUD Soedarso.

Baca juga: Berita Pembalap Moto2 asal Indonesia yang Ditantang Manajer Tim Raih Poin, Ini Jawaban Andi Gilang

Dia mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus konfirmasi Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit. Maka Pemprov Kalbar sudah menyiapkan gedung di RSUD soedarso yang masih tersisa satu lantai belum digunakan. 

“Tapi yang jelas kita masih punya satu lantai yang bisa difungsikan di RSUD Soedarso yang bisa disiapkan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya apabila kasus konfirmasi yang tidak bergejala atau asimtomatik tidak perlu di isolasi di Rumah Sakit seperti yang terjadi di Sintang. Dimana semua kasus konfirmasi ke rumah sakit.

“Jadi bagusnya mesin RT PCR yang digunakan bisa mendeteksi kandungan virus dan tahu kalau pasien ada penyakit bawaan. Jadi bisa ditentukan isolasi mandiri atau dirumah sakit,” ujarnya.

Baca juga: Sutarmidji Minta Wali Kota Pontianak Menempatkan Pegawai Sesuai Kompetensi Pendidikan

Namun dikatakannya untuk tingkat kesembuhan sekarang sudah mulai bagus dan masih bisa diantisipasi.

“Untuk anitisipasi kita masih punya stok mini ventilator sebanyak 15 buah hasil sumbangan yang sampai saat ini belum digunakan,” ujarnya.

Ia mengatakan RS yang tidak punya alat ventilator tergantung dari Rumah Sakitnya apakah ada ruang khusus untuk itu atau tidak 

Karena waktu covid-19 harga ventilator melonjak bisa sampai Rp 600 juta per satuan.

Gubernur Sutarmidji mengatakan bahwa kalau seseorang terpapar Covid-19 cepat ketahuan bisa cepat ditangani. 

Baca juga: HASIL Latihan Bebas MotoGp Hari Ini Moto Gp 2020 Seri MotoGp Teruel 2020, Hasil FP1 MotoGp Hari Ini

“Jadi tidak masalah kalau cepat ketahuan bahkan yang punya kandungan virus Rp 600 jutaan bisa sembuh tapi yang kandung virusnya hanya puluhan bisa lebih parah karena ada komorbid,” ujarnya.

Ia meminta agar Pasien harus memberi tahu bahwa dia punya penyakit bawaan dan jangan sampai disembunyikan karena akan sulit menanganinya.

“Cepat periksa ke dokter minta rapid test dan swab pastikan itu bukan covid-19. Seperti staf saya ada 25 orang terkonfirmasi Covid-19, tapi karena cepat ketauannya jadi bisa cepat sembuh,” pungkasnya.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribunpontianak.co.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Wajib memakai masker, wajib mencuci tangan dengan sabun, dan wajib menjaga jarak dan menghindari kerumanan. (*)

 (Tribun Pontianak/ Anggita Putri)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved