Kemenlu dan Untan Pontianak Gelar Debriefing Forum Kepala Perwakilan RI Secara Daring
Potensi kerjasama antara kedua Negara telah banyak dipotimalkan pada bidang ekonomi,riset, pemdidikan, hingga kesetaraan gender.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Zulkifli
Menurut hasil penilitian yang beliau lakukan, setiap orang warga Negara Finlandia mengkonsumsi Kopi 12,5 kg per tahun.
Hal ini dilakukan oleh KBRI Finlandia untuk mengkampanyekan bahwa Pemerintah Indonesia merupakan produsen Kopi khususnya diwilayah Kalimantan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Wiwiek juga menjelaskan sector pendidkan merupakan sector yang penting, KBRI Finlandia membentuk Indonesia Finland Education Forum dihadiri segenap konsul yang ada di Finlandia.
Tujuan dibuatnya ini adalah untuk mempermudah rekan-rekan Indonesia berkomunikasi terkait minat Pendidikan di Finlandia yang bersifat online/offline.
Wiwiek juga menjelaskan terdapat peran strategis Aalto Uni dalam Education Forum RI-Finlandia terkait proyek-proyek riset Covid-19 .
KBRI Finlandia telah melakukan Penjajagan Interfaith Dialogue Conference RI-Finland.
Pada desember 2017 mengagas dialog antara agama.
Pada 2018, terselenggarakan konferensi tersebut antara Indonesia-Finlandia.
Baca juga: Mengenal UKM Debating Union of Tanjungpura University Untan Pontianak
Untuk kedepannya bisa digagas kerjasama Aalto dalam Education Forum RI-Finalndia terkait proyek riset Covid19
Dr. Elyta.,S.Sos, M.Si sebagai pembahas pada Forum Debriefing Kepala Perwakilan RI menguraikan tanggapanya terkait materi yang telah disampaikan oleh kedua pemateri, yaitu terkait pemaparan A. Agus Sriyono, bahwa Vatikan telah melakukan moral power yaitu menyuarkan misi-misi perdamaian yang dilakukan oleh Vatikan di dunia Internasional.
Menurut Elyta, focus utama yang dilakukan hubungan diplomatik Indonesia-Vatikan yaitu hubungan gereja katholik di seluruh Indonesia.
Selanjutnya Elyta membahas, bagaimana peluang kerjasama pendidikan yang bisa dilakukan antara Vatikan dan Indonesia terkhusus yaitu Universitas Tanjungpura.
Dr. Elyta, S.Sos, M.Si juga membahas materi yang disampaikan oleh Wiwiek Setyawati, Elyta menanggapi pemaparan tersebut yaitu diplomasi ekonomi perdagangan Kelapa Swait yaitu penguatan kerjasama yaitu harus ada pasr baru untuk komunitas nasional dan dapat memasarkan Pariwisata Nasional di Finlandia.
Elyta memaparkan bahwa aktivitas diplomasi harus mendapatkan keuntungan bagi kepentingan nasional Indonesia.
Selanjutnya Elyta juga membahas keunikan Kalimantan Barat yang tidak hanya Kopi, namun kain tenun Sambas juga dapat meningkatkan diplomasi ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/forum-debrieding-kepala-perwakilan-ri.jpg)