Kemenlu dan Untan Pontianak Gelar Debriefing Forum Kepala Perwakilan RI Secara Daring

Potensi kerjasama antara kedua Negara telah banyak dipotimalkan pada bidang ekonomi,riset, pemdidikan, hingga kesetaraan gender.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/ Dr. Elyta
Suasana pelaksanaan Forum Debrieding Kepala Perwakilan RI secara virtual hasil kerjasama Kementrian Luar Negeri dengan Universitas Tanjungpura, Selasa 20 Oktober 2020. -- 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) RI bekerjasama dengan Universitas Tanjungpura menggelar kegiatan Forum Debriefing Kepala Perwakilan RI secara Daring, Selasa 20 Oktober 2020.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa, Dr. Be din Perkasa Drajat, Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si. FCBArb.

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Takhta Suci Vatikan (periode 2016 sampai dengan 2020), Antonius Agus Sriyono, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Republik Finlandia merangkap Estonia (periode 2016-2020), Wiwiek Setyawati Firman.

Kementrian Finlandia, Fungsional Diplomat Ahli Madya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Listyowati, Dosen Hubungan Internasional, Universitas Tanjungpura, Dr. Elyta S.Sos., M.Si. selaku Pembahas.

Panitia dari BPPK Kementerian Luar Negeri RI dan Universitas Tanjungpura, Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Barat atau yang mewakili, OPD di Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat dan Kota Pontianak atau yang mewakili, Kepala-kepala Daerah di Provinsi Kalimantan Barat.

Termasuk Wakil Rektor Universitas Tanjungpura, Dekan, Wakil Dekan, dan Ketua Lembaga/UPT di Lingkungan Universitas Tanjungpura, Dosen-dosen, mahasiswa Universitas Tanjungpura dan Universitas lainnya serta Pengurus LSM, Pengusaha.

Baca juga: Puluhan Siswa SMA Ikuti Sosialisasi Penguatan Nilai Kearifan Lokal dari Dosen Prodi Sejarah Untan

A. Agus Sriyono Duta Besar LBPP RI untuk Takhta Suci Vatikan (2016-2020) menjelaskan Lingkup tugas KBRI Takhta Suci  lebih pada mewujudkan kerukunan umat beragama dibildang politik,sosial dan budaya.

Ia juga menjelaskan Hubungan Bilateral RI-Takhta Suci, Paus Fransiskus memberikan perhatian mendalam terhadap isu-isu pembangunan internasional, lingkungan hidup, perdamaian, pengentasan kemiskinan,  migrasi dan dialog ASEAN.

Pada bidang politik, KBRI Takhta Suci berfokus pada Seminar terkait Kelapa Sawit yang menekankan bukan pada hal teknis namun bagaimana Kelapa sawit dapat mengurangi pengenatasan Kemiskinan di wilayah ASIA.

A. Agus kembali menggarisbawahi bahwa Indonesia akan mengirimkan bahan-bahan tropical garden untuk museum vatikan yang akan ditampillkan/dipamerkan di museum Vatikan.

Selanjutnya miniature Candi Borobudur yang akan ditampilkan di Museum Vatikan, hal ini menyiratkan pesan bahwa Komunitas Vatikan cukup toleran dengan kehadiran Candi Borobudur di dunia.

Sementara itu, Wiwiek Setyawati Duta Besar LBPP RI untuk Republik Finlandia merangkap Estonia (2016-2020) menjelaskan di Finlandia Human Rights merupakan esensi dari Politik Luar Negeri negera tersebut.

Hubungan diplomatik Indonesia-Finlandia dimulai pada 1954.

Potensi kerjasama antara kedua Negara telah banyak dipotimalkan pada bidang ekonomi,riset, pemdidikan, hingga kesetaraan gender.

Wiwiek juga menjelaskan bahwa masyarakat Finlandia sangat menyenangi meminum kopi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved