Masih Sepi Dimasa New Normal, Inilah Aktivitas Penerbangan di Bandara Supadio
Jadi kalau dilihat pergerakan penumpang maupun pesawat di bulan Oktober ini dengan di bandingkan dengan bulan September memang masih sama
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Pergerakan aktifitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat masih terlihat sepi dimasa kenormalan baru.
Bahkan disampaikan Executive General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak, Eri Braliantoro bahwa, pada Oktober 2020 inipun tren pergerakan masih sama seperti pada September kemarin, yakni naik berkisar satu hingga dua persen saja.
"Jadi kalau dilihat pergerakan penumpang maupun pesawat di bulan Oktober ini dengan di bandingkan dengan bulan September memang masih sama, tren naiknya hanya satu hingga dua persen saja," terang Eri Braliantoro, Selasa 20 Oktober 2020.
"Memang ini hampir sama di tahun 2019, memang musim bulan September dan Oktober memang masih no session. Nah kamu berharap bisa terjadi peningkatan di bulan November dan Desember lah. Pas musim liburan Natal dan tahun baru," ungkap tambah Eri Braliantoro.
Baca juga: Empat Fraksi di DPRD Kalbar Minta Nama Bandara Supadio dan Pelabuhan Dwikora Diubah
Eri Braliantoro, pun mengatakan, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 lalu, saat ini aktifitas penerbangan bahkan turun berkisar 60 hingga 70 persen.
"Jadi trennya masih 30 sampai 40 persen dibanding kondisi normal," kata Eri Braliantoro.
Kemudian saat ini juga ia menyampaikan ada beberapa maskapai yang memang menurunkan frekuensinya, seperti Lion dan Garuda. Bahkan seperti maskapai Xpress hingga kini pun masih belum beroperasi.
"Karenakan terkait dengan persyaratan penerbangan itukan masih tetap ada. Penerbangan itu harus 70 persen. Dan bepergian menggunakan pesawat udara masih wajib menggunakan rapid atau pcr," kata Eri Braliantoro.
Lebih lanjut terkait protokol kesehatan, EGM itu juga mengungkapkan komitmen dan konsisten PT Angkasa Pura sebagai pengelola Bandara, dalam menjaga rasa aman dan nyaman bagi seluruh penumpang.
"Sebagai pengelola bandara kita masih tetap melaksanakan pemeriksaan suhu ketika penumpang masuk, terus marka physical distancing kita masih tetap ada, terus kita juga tetap rutin penyemprotan disinfektan ketika penerbangan sudah selesai," jelas Eri Braliantoro.
"Terus kita juga melakukan disinfektan untuk bagasi penumpang yang datang, bahkan untuk trolli kita juga ada chamber disinfektan di trolli-trollinya," sampainya.