Breaking News:

Empat Fraksi di DPRD Kalbar Minta Nama Bandara Supadio dan Pelabuhan Dwikora Diubah

Menurut Fransiskus Ason, Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, hal tersebut dalam rangka menyikapi dan menghargai para pahlawan dan pejuang di Kalbar.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Suasana di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat disaat pandemi covid-19, Sabtu (9/5/2020) siang. Hingga saat ini pihak Bandara Supadio tidak melayani penerbangan penumpang mudik dan hanya melakukan penerbangan pesawat kargo dan penerbangan penumpang yang dikecualikan (yang dilengkapi dengan surat tugas, surat keterangan bebas covid-19 dan berkas-berkas kelengkapan lainnya). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak empat fraksi di DPRD Provinsi Kalbar yang terdiri dari Fraksi Golkar, Fraksi NasDem, Fraksi Gerindra dan Fraksi PAN meminta agar nama Bandara Internasional Supadio dan Pelabuhan Dwikora di ubah.

Menurut Fransiskus Ason, Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, hal tersebut dalam rangka menyikapi dan menghargai para pahlawan dan pejuang di Kalbar.

Terlebih, kata dia, penggantian nama bandara dan pelabuhan atas nama pahlawan Kalbar juga sudah disampaikan beberapa tahun lalu.

"Sehubungan dengan hal tersebut, maka Fraksi Partai Golkar mempertanyakan progres usulan terhadap nama Bandara Supadio menjadi Sultan Syarif Abdurahman Alqadrie, yang sampai sekarang belum disampaikan perkembangannya," ujar Ason.

Baca juga: Tanggapan Sekda Kalbar Terkait Sorotan DPRD Soal Perubahan Nama Bandara Hingga Serapan Anggaran OPD

Sementara itu, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya juga mengajukan kepada Pemerintah Provinsi perihal pengusulan pengantian Nama Bandara Supadio Diganti dengan nama Sultan Syarif Abdurahman Alkadrie dan Pelabuhan Laut Dwikora diganti dengan nama menjadi J.C. Oevaang Oeray Sesuai Surat DPRD Provinsi Kalimatan Barat dan Surat Gubernur Provinsi Kalimantan Barat.

"Kami Fraksi Partai Gerindra Memintakan Kepada Pemerintah Provinsi untuk dapat membangun komunikasi kembali kepada Kementerian Perhubungan karena surat yang diajukan Bapak Gubenur Kalimatan Barat Pada Tahun 2018 masih jalan di tempat tidak ada kemajuan," jelasnya.

Maka dari itu, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengusulkan untuk membuat Tim Pemantauan Pengusulan Perubahan Nama Bandara Supadio menjadi Nama Bandara Syarif Sultan Abdurahman Alkadrie di Kabupaten Kubu Raya Dan Pelabuhan Laut Dwikora Menjadi Nama JC Oevaang Oeray.

Sementara itu, senada juga diungkapkan oleh Juru Bicara Fraksi NasDem DPRD Provinsi Kalbar Sudiantono

Ia memaparkan jika Fraksi Partai NasDem juga ingin mendapat penjelasan dari eksekutif berkaitan dengan realisasi terhadap perubahan nama Bandara Supadio menjadi Bandara Sultan Syarif Abdurahman dan perubahan nama pelabuhan Laut Dwikora menjadi pelabuhan laut Oevaang Oeray yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kalbar.

"Kita ingin mendapat penjelasan dari eksekutif berkaitan dengan realisasi terhadap perubahan nama Bandara Supadio menjadi Bandara Sultan Syarif Abdurahman dan perubahan nama pelabuhan Laut Dwikora menjadi pelabuhan laut Oevaang Oeray," katanya.

Ditempat yang sama, Fraksi PAN juga mengusulkan kepada Gubernur Kalimantan Barat agar dapat memperjuangkan perubahan nama Bandara Supadio menjadi Bandara Sultan Syarif Abdurrahman sesuai kearifan masyarakat lokal Kalimantan Barat.

"Kita mengusulkan kepada Gubernur Kalbar agar dapat memperjuangkan perubahan nama Bandara Supadio menjadi Bandara Sultan Syarif Abdurrahman sesuai kearifan masyarakat lokal Kalimantan Barat," kata Juru Bicara Fraksi PAN, Ritaudin. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved