Penanganan Covid

Tangani Covid-19, Pemkot Pontianak Siapkan Ruangan Perawatan di Rusunawa

Namun akhir-akhir ini ruang isolasi sangat terbatas sebab di ruangan tersebut mesti dilengkapi alat ventilator dan lainnya untuk menangani pasien

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Guna melakukan penanganan terhadap pasien Covid-19, Pemkot Pontianak terus menyiapkan sarana dan prasarana 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah menyiapkan sebuah ruangan di Rusunawa dilengkapi peralatan medis untuk merawat pasien covid 19 yang memiliki gejala ringan.

Baca juga: Sri Jumiadatin Kunker ke Sekadau Hilir, Pastikan Kesiapan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Daftar Pemilih Pilkada Berproses, Maryadi Sirat: Perbaiki Sistem

"Bagi pasien yang mengalami gejala ringan, juga bisa ditangani di Rusunawa Nipah Kuning," sebutnya, Kamis 15 Oktober 2020.

Dia mengatakan bahwa hampir sebagian besar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dirawat di rumah sakit swasta yang tidak memiliki ruang isolasi khusus. 

Sehingga ketika hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif Covid-19, maka pasien yang dirawat di sana harus dipindahkan ke RSUD Soedarso atau RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. 

Menurutnya Ketersediaan ruang isolasi yang ada di Rusunawa Nipah Kuning dan RSUD Kota Pontianak memang bersifat fluktuatif.

Baca juga: FOTO Perubahan Wajah Lesty Kejora Bikin Heboh, Ini Deretan Perawatan yang Dilakukan Lesti

Baca juga: Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Utang Luar Negeri Terbesar di Dunia, Lebih Tinggi Thailand

Namun akhir-akhir ini ruang isolasi sangat terbatas sebab di ruangan tersebut mesti dilengkapi alat ventilator dan lainnya untuk menangani pasien yang membutuhkan perawatan khusus. 

"Baik RSUD Soedarso maupun RSUD Kota Pontianak. Untuk itu perlu kolaborasi dalam peningkatan kualitas kelengkapan tenaga medis hingga peralatannya," ujarnya

Edi menuturkan, saat ini tingkat kesembuhan memang lebih besar dari pada yang terkonfirmasi positif. 

"Sekarang masih terdapat 81 orang yang masih diisolasi dalam proses penyembuhan," ujarnya.

Dirinya berharap gelombang kedua masih bisa terkendali dan tidak ada ledakan kasus yang begitu besar.

"Artinya tidak sampai meledak besar dan harapan kita warga Kota Pontianak tetap taat dan mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Baca juga: ASMARA RAMALAN Zodiak Cinta Edisi Jumat 16 Oktober 2020 Scorpio Tulus Pisces Luka Virgo Bertengkar

Baca juga: Indah Lighting Hadirkan Beragam Lampu Hias Unik Kekinian Hanya di Studio Bangunan

Ia menjelaskan bahwa  sebagian besar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan hasil tracing atau penelusuran terhadap mereka yang melakukan kontak erat. 

Umumnya mereka  yang kontak erat rerata terkonfirmasi positif Covid-19, walaupun tidak semuanya. Sehingga muncul kluster-kluster baru maupun kluster yang memang sudah menjadi perkiraan sebelumnya, seperti tenaga kesehatan, rumah tangga, dan perkantoran. 

"Kuncinya juga kita harus bisa mengontrol arus mobilitas masyarakat terutama yang dari luar Provinsi Kalbar," ujarnya. 

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribunpontianak.co.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Wajib memakai masker, wajib mencuci tangan, dan wajib menjaga jarak dan menghindari kerumanan. (*)

(Tribun Pontianak/Hamdan Darsani)

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved