Jadi Creativepreneur, Dimas Tularkan Semangat

Komunitas tersebut meminta bantuannya untuk belajar mendesain, mulai dari belum tahu apa-apa, dan sekarang komunitas tersebut sudah dapat mengikuti lo

TRIBUNPONTIANAK/RIZKI FADRIANI
Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) edisi Bebincang Bisnis dengan tema "Dorong Anak Muda Jadi Creativepreneur” menghadirkan Creativepreneur Kalbar, Dimas Eko, yang menceritakan pengalamannya dan tips untuk tetap stabil dalam berkreativitas, Senin 12 Oktober 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) edisi Bebincang Bisnis dengan tema "Dorong Anak Muda Jadi Creativepreneur” menghadirkan Creativepreneur Kalbar, Dimas Eko, yang menceritakan pengalamannya dan tips untuk tetap stabil dalam berkreativitas, Senin 12 Oktober 2020.

Dimas mengungkapkan jika setiap karyanya mempresentasikan suatu daerah. Ia menceritakan jika ia membantu komunitas ibu-ibu di Kubu Raya yang suka menjahit, untuk saling belajar.

Komunitas tersebut meminta bantuannya untuk belajar mendesain, mulai dari belum tahu apa-apa, dan sekarang komunitas tersebut sudah dapat mengikuti lomba.

Di samping itu, ia juga mengungkapkan alasannya terjun menjadi creativepreneur, yang tak lepas dari keinginannya keluar dari zona nyaman yang ia geluti sebelumnya yakni dunia fashion.

Baginya untuk menentukan arah pasion tentunya tak mudah, ia pernah vakum sementara waktu di dunia fashion yang membesarkan namanya dan mulai mencari potensi lain dalam dirinya dari beragam referensi.

Dan usahanya tersebut membuahkan hasil, terbukti hingga kini ia telah menemukan posionnya di bidang art yang membuatnya menjadi creativepreneur, ia menyebutnya dengan "mensejahterakan karena kreativitas".

Baca juga: LINK Streaming MPL Season 6 di NimoTV YouTube Facebook, Cek Jadwal dan Hasil Playoffs Bracket MPL

"Setelah beberapa tahun menjalani fashion desainer, jadi tertantang untuk berbisnis di dunia ini dengan keluar dari zona nyaman, jadi pernah vakum dulu di dunia fashion. Dan mulai mencari potensi lain dari diri saya dengan mencari referensi, baru saya tau pasionnya di art jadi yang diandalkan adalah kreatifnya. Saya jual kreatif dan artnya saya," jelasnya dalam Triponcast.

Menurutnya hal tersulit terjun menjadi creativepreneur ialah bagaimana bersikap untuk terus konsisten dengan diri sendiri.

Ia menyemangati para Tribuners untuk konsisten dengan mencari referensi yang kini mudah sekali diakses lewat berbagai platform digital, satu di antaranya ialah Tik Tok.

Ia mengaku jika ter trigger melalui media sosial milenial tersebut dan banyak sekali ilmu yang didapatnya.

Ia menyarankan untuk banyak belajar dari manapun termasuk sosial media untuk bisa mendapatkan banyak ilmu, jika memiliki keinginan untuk belajar pasti bisa.

"Kreativitas selalu berkembang, tapi balik lagi menurut saya kalau kita konsisten, dan kalau punya signature yang memang khas dari kita, orang bisa lebih tau jadi lebih bisa mengingat. Ada yang namanya ATM (amati, tiru, modifikasi) tapi jangan plagiat. Paling tidak kita cari tau pasion atau ciri khas kita apa, jadi kita bisa buat signature nya kita,” katanya.

“Meskipun mengikuti trend, namun kita masih berikan sentuhan signature, orang pasti akan tau itu karya kita. Seperti sekarang lagi ngetrend tie dye, seperti saya, saya akan membuat tie dye dengan sentuhan motif daerahnya. Jadi kalau ada niat dan mau tidak ada batasan," jelasnya memberikan tips untuk Tribuners agar semangat memulai usaha. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved