Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kalbar Bertambah 11, Satu Kepala Dinas

Kasus baru ini tersebar di Kabupaten Sintang 6 orang, Kota Pontianak 3 orang, Melawi 1 orang, dan Kubu Raya 1 orang.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson saat ditemui di Ruang Kerjanya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar bertambah 11, termasuk seorang kepala dinas di Pemprov Kalbar. Dengan demikian total kasus Covid-19 di Kalbar sudah mencapai 946 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr Harisson menyampaikan bahwa tambahan 11 kasus baru berdasarkan Pemeriksaan Laboratorium Untan.

Kasus baru ini tersebar di Kabupaten Sintang 6 orang, Kota Pontianak 3 orang, Melawi 1 orang, dan Kubu Raya 1 orang.

Ditemukan Kasus Positif Covid-19 dengan Jumlah Kandungan 609 Juta Copies Virus 

Ia menjelaskan bahwa terkait kasus di Kota Pontianak terdapat satu orang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Kalbar yang dinyatakan kasus konfirmasi Covid-19.

"Karena yang bersangkutan mempunyai gejala demam, batuk maka yang bersangkutan dirawat di Ruang Isolasi RSUD Soedarso," ujar Harisson, Sabtu (26/9).

Sebagai upaya pencegahan, Diskes Kalbar akan melakukan tracing kepada seluruh staf di dinas tersebut.

"Selanjutnya Diskes Kalbar akan melaksanakan pemeriksaan swab bagi seluruh staf di dinas yang kepala perangkatnya dinyatakan positif," ujarnya.

Lebih lanjut Harisson mengungkapkan tambahan kasus di Kota Pontianak, satu di antaranya berasal dari klaster Munzalan.

BREAKING NEWS - Seorang Pejabat Kepala Dinas di Pemprov Kalbar Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dirinya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati karena dari beberapa kasus ditemukan ada jumlah kandungan virus yang mencapai 609 juta copies virus dalam satu sampel swab.

"Ini berarti tingkat penularanan orang yang mengandung virus dengan jumlah yang sangat besar ini akan menjadi super spreader," katanya.

Ia mengatakan kandungan virus mencapai 609 juta copies virus ini adalah kandungan virus dalam satu tabung swabs atau usapan.

Padahal swabs sendiri hanya mengambil lendir sebagian kecil saja dari bagian hidung dan tenggorokan.

"Jadi kalau kita analogkan sebenarnya ada triliunan virus covid dalam tenggorokan, hidung dan mulut orang yang tertular ini," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu ini.

Harisson mengatakan orang-orang yang disebut sebagai super spreader, setiap saat akan menularkan virus yang dibawanya ke orang lain.

Ada sebagian masyarakat yang bilang bahwa itu bisa saja bukan virus Covid-19 atau bisa saja bakteri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved