BPJAMSOSTEK Harap Seluruh Petani Kalbar Terlindungi Dalam Jaminan Sosial
Sebenarnya kami akan mendaftarkan sebanyak 150.000 buruh tani dan petani penggarap, namun hingga saat ini baru 36.000 petani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dikenal sebagai negara agraris, Indonesia memiliki lahan pertanian yang tersebar hampir di seluruh wilayah termasuk di Provinsi Sulawesi Utara.
Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pertanian dengan bekerja sebagai buruh tani dan petani penggarap.
Keberadaan mereka menjadi sangat penting guna menjaga stabilitas kebutuhan pangan dan meningkatkan perekonomian di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.
• RSUD Soedarso Pontianak Butuh Relawan Covid-19, Kadinkes Beberkan Alasannya
• Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Monterado Bengkayang Lakukan Sambang Jelang Pilkada Serentak
Hal inilah yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang menggandeng BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi 36.000 buruh tani dan petani penggarap di wilayah tersebut.
Kedua profesi tersebut tergolong sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) yang perlindungannya dicover oleh APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Sebagai bukti komitmen tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto secara simbolis menyerahkan kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK kepada 5 perwakilan buruh tani dan petani penggarap di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (23/9/2020).
Pencapaian yang membanggakan ini juga mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai rekor dunia “Pemrakarsa dan Penyelenggara Perlindungan Program JAMSOSTEK kepada Petani Terbanyak” yang tercatat dengan nomor No. 9650/R.MURI/IX/2020.
Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh BPJAMSOSTEK Kalbar yang berharap seluruh buruh tani dan petani bisa terlindungi pula.
Kepala BPJamsostek Kalbar, Andry Rubiantara, mengatakan perhatian Pemprov Sulawesi Utara kepada buruh tani dan petani dengan memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan langkah yang sangat Inovatif.
"Buruh tani dan petani memiliki risiko kecelakaan kerja dan sosial ekonomi dalam melaksanakan aktifitasnya. Semoga program ini dapat dilaksanakan di Pemerintah daerah di Kalimantan Barat," ucap Andry.
• RAMALAN ZODIAK Besok Sabtu 26 September 2020 Virgo Bosan Pisces Jatuh Cinta Pandangan Pertama, Leo?
• Sampaikan Pandangan Fraksi-Fraksi, DPRD Soroti Penggunaan Anggaran Covid-19 di Kapuas Hulu
Apresiasi yang diterima Pemprov Sulut ini sekaligus membukukan rekor baru setelah sebelumnya Pemprov Sulut dan BPJAMSOSTEK juga pernah membuat rekor dengan memberikan perlindungan program jaminan sosial kepada 35.000 pekerja lintas agama pada tahun 2018.
“Sebenarnya kami akan mendaftarkan sebanyak 150.000 buruh tani dan petani penggarap, namun hingga saat ini baru 36.000 petani yang telah memenuhi syarat administasi yaitu KTP, karena banyak dari mereka yang ragu untuk mencantumkan profesi petani di KTP mereka. Oleh karena itu saya menghimbau agar jangan pernah merasa ragu dan takut menjadi petani, karena sudah dilindungi oleh BPJAMSOSTEK,”tegas Olly.
“Profesi di bidang pertanian memiliki risiko kecelakaan kerja maupun sosial ekonomi yang sangat besar, oleh karena itu perlindungan jaminan sosial menjadi hal krusial yang harus dimiliki para petani. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah mempercayakan perlindungan para petani di wilayahnya kepada BPJAMSOSTEK,”ungkap Agus.
• Personel Polsek Sekadau Hulu Bersama Koramil Gelar Penyemprotan Desinfektan di Rumah Ibadah
• https://kemnaker.go.id Login BLT Cek Nama BLT/BSU https://bsu.kemnaker.go.id Kapan BLT Tahap 5 Cair?
Anggota Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Rekson Silaban yang turut hadir dalam acara tersebut juga mendukung langkah dan kepedulian Pemprov Sulawesi Utara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat pekerja di daerahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepesertaan-bpjamsostek-kepada-5-perwakilan-buruh-tani-dan-petani.jpg)