DPRD Landak Dukung Rehabilitasi Jembatan Gantung Desa Rees-Desa Sepang

Dengan dihadiri langsung oleh Kadis PUPRPERA Kabupaten Landak Erani ST MT beserta stafnya, BPBD Landak serta Camat Menjalin, Kepala Desa Rees dan Kepa

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua DPRD Landak mendatangi langsung tempat yang terdampak banjir di wilayah Desa Sepang, perbatasan Kabupaten Landak dan Kabupaten Mempawah pada Jumat (18/9/2020). 

"Karena intruksi dari ibu Bupati Landak harus segera membuat surat usulan hibah jembatan gantung ke kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia," tambah Erani.

Kepala Desa Sepang Ignasius Urada menyampaikan bahwa jembatan tersebut usianya sekitar 30 tahun dan menghubungkan 2 kabupaten antara Desa Rees Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak dan Desa Sepang Kecamatan, Toho Kabupaten Mempawah.

Selama ini memang sering diterjang banjir, sehingga kondisinya saat ini sudah tidak layak digunakan sebagai jalur transportasi. Tetapi tetap digunakan karena merupakan satu-satunya jalan yang bisa dilalui.

"Dibulan September ini terjadi 2 kali banjir, puncak banjir pada tanggal 6 September 2020 terjadi hujan kurang lebih hampir satu pekan. Setelah surut terjadi hujan kembali kurang lebih dua malam, yang menyebabkan air kembali naik," bebernya.

Sehingga saat ini membuat kondisi kerusakan jembatan tersebut menjadi semakin parah. "Kami selaku kepala desa, dari kades sebelum saya, sudah mengusulkan dan melaporkan hal terkait jembatan gantung ini kepada Pemkab Mempawah," terang Urada.

Kades muda ini juga menyampaikan selalu menunggu respon dari Pemerintah setempat, serta mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Landak sudah memberikan perhatian khusus terhadap jembatan ini. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved