Breaking News:

Peduli Banjir Putussibau dan Nanga Pinoh, PLN Kalbar Sigap Kucurkan Bantuan hingga Rp 280 Juta

bantuan yang akan disalurkan senilai kurang lebih Rp 280 juta tersebut berasal dari dana CSR PLN senilai Rp 190 juta dan sisanya berasal dari YBM

TRIBUN/FILE
General Manager PLN Kalbar Ari Dartomo simbolis melepas armada yang mengangkut paket sembako untuk warga yang terdampak bencana banjir di Putussibau dan Nanga Pinoh pada Kamis (17/9/2020) di halaman kantor PLN Unit Induk Wilayah Kalbar, Jalan Adi Sucipto km 7,3 Sei Raya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Banjir melanda Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu serta Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi dalam beberapa waktu terakhir. PLN Kalbar sigap menanggapi bencana yang terjadi. 

General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, melepas armada yang mengangkut paket sembako untuk warga yang terdampak bencana banjir di Putussibau dan Nanga Pinoh pada Kamis (17/9/2020) di halaman kantor PLN Unit Induk Wilayah Kalbar, Jalan Adi Sucipto km 7,3 Sei Raya.

Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 4 Halaman 63 64 65 66 67 68 69 Buku Tematik SD Keberagaman Makhluk Hidup

Wabup Aloysius Resmikan Pasar Rakyat Percontohan di Belitang Hilir

Menurut Ari, bantuan yang akan disalurkan senilai kurang lebih Rp 280 juta tersebut berasal dari dana CSR PLN senilai Rp 190 juta dan sisanya berasal dari Yayasan Baitul Maal atau YBM PLN UIW Kalbar dan PLN UIP Kalbagbar.

"Atas nama manajemen PLN Kalbar, saya merasa turut prihatin atas kondisi warga yang terdampak banjir, baik yang di Putussibau maupun yang di Nanga Pinoh. Saya berharap melalui bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban warga yang harus tetap berada di rumah dengan kondisi terendam banjir," ungkap Ari.

Ari juga mengakui, pasca kejadian banjir pihaknya terus memantau dan berjibaku dengan waktu untuk dapat mengamankan aset kelistrikan yang terendam banjir agar tidak mengancam keselamatan jiwa warga dan pekerja PLN sendiri.

Aksi Ditlantas Polda Kalbar Bagikan Sembako Peringati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-65

Soal dan Jawaban TVRI Jumat 18 September 2020 4-6 SD, Belajar Tentang Pembagian Pecahan dan Desimal

"Hingga hari ini, kami kabarkan bahwa sistem kelistrikan di Putussibau dan sekitarnya mulai berangsur normal karena kondisi banjir yang mulai surut, kecuali Nanga Pinoh yang masih belum menunjukkan tanda-tanda surut yang signifikan," imbuh Ari.

Dikatakannya, dari 168 gardu distribusi yang ada di Putussibau tinggal 12 gardu yang masih belum bisa dinyalakan karena daerah tersebut kondisi airnya masih tinggi. Sementara total beban di Putussibau sudah mencapai sekitar 7,8 MW.

"Kami berharap masyarakat dapat bersabar hingga kondisi instalasi listrik kembali normal dan aman untuk dapat kami aliri listrik, hal itu kami lakukan semata untuk menjaga keselamatan jiwa warga dan pekerja kami," pungkas Ari.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved