Breaking News

Lolos Terbang ke Pontianak, Satu Penumpang Citilink Positif Corona Melarikan Diri

Gubernur Kalimantan Batat, Sutarmidji mengatakan, satu orang penumpang yang telah dinyatakan positif Covid-19 tersebut melarikan diri dan sampai saat

Penulis: Anggita Putri | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang penumpang Citilink yang positif virus corona Covid-19 lolos penerbangan menuju Pontianak, Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menyampaikan, kasus positif Covid-19 yang ditemukan adalah seorang warga Pekalongan, Jawa Tengah.

Warga yang positif Covid-19 itu datang bersama temannya dari Jateng ke Pontianak menggunakan pesawat Citilink dari Jakarta dengan kode penerbangan QBG9414 pada 11 September 2020.

“Kami melaksanakan swab terhadap 48 orang penumpang Citilink dari Jakarta dengan kode penerbangan QBG9414 berasal dari Jakarta dengsn hasil satu orang positif covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson.

Cara Daftar Bantuan UMKM Online Tak Bisa, Begini Cara Mengusulkan Bantuan Tunai Usaha Mikro

“Jadi terhadap penumpang ini Dinkes Kota Pontianak sedang melaksanakan tracing terhadap penumpang," katanya. 

"Citilink kesekian kalinya membawa penumpang positif. Saya kira Dishub akan segera menjatuhkan sanksi untuk Citilink kan sudah ada peraturan gubernur untuk itu,” katanya.

Tak hanya positif Covid-19. Saat ini warga Pekalongan itu melarikan diri.

Gubernur Kalimantan Batat, Sutarmidji mengatakan, satu orang penumpang yang telah dinyatakan positif Covid-19 tersebut melarikan diri dan sampai saat ini belum ditemukan.

“Saya mau sanksi satu penerbangan karena satu orang ini di bawa lari lagi. Saya mau tayangkan fotonya. Jadi belum ketemu sampai pagi ini,” ujar Sutarmidji.

Ia menyampaikan terkait satu penumpang pesawat City Link kabur yang telah dinyatakan positif Covid-19.

Kartu Prakerja Gelombang 9 Sudah Buka Hari Ini, Login https://dashboard.prakerja.go.id/daftar

Maka dari itu, maskapainya akan dikenakan sanksi selama dua minggu tidak boleh membawa penumpang dan sanksi akan berlaku mulai dari pihak maskapai menerima surat sanksi .

“Saya tidak peduli karena saya tidak melarang dia terbang, tapi tak boleh bawa penumpang selama dua minggu,” tegas Sutarmidji.

Ia mengatakan telah memberi peringatan kepada masyarakat Kalbar untuk jangan dulu keluar Kalbar.

Apabila ada orang dari luar Kalbar datang harus disuruh langsung isolasi di rumah agar tidak berkeliaran.

“Sekarang ini jangan berkomunikasi dengan orang yang tidak memakai maske, karena sekarang obat yang paling efektif masker selain menjaga imun tubuh,” pungkas Sutarmidji.

Dia menerangkan, saat ini, jumlah warga yang tertular virus corona terus meningkat.

Setidaknya ada empat klaster baru yang tengah ditangani Dinas Kesehatan Kalbar.

“Saya mengingatkan, Anda silakan tidak percaya, silakan meremehkan virus ini, tapi Anda akan menyesal ketika Anda, keluarga dan orang terdekat Anda yang terjangkit,” ucap Sutarmidji.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved