Breaking News:

Virus Corona Masuk Kalbar

Gubernur Sutarmidji Sebut Munculnya Klaster Baru Akibat Tak Percaya Covid-19 Berakibat Fatal

Ia mengatakan jangan sampai bupati wali kota atau Kepala daerah beranggapan bahwa 10 hari masa isolasi kasus konfirmasi covid-19 bisa dinyatkan sembuh

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menyampaikan adanya tambahan satu klaster baru kasus Covid-19 di Kalimantan Barat.  

Gubernur pun menyayangkan adanya muncul klaster baru akibat masih ada yang tidak percaya dengan adanya Covid-19, sehingga berujung fatal. 

Kemudian adapula keluarga yang terpapar Covid-19, akibat yang bersangkutan melakukan perjalanan ke luar Kalbar.  

Sutarmidji menyampaikan bahwa satu hal yang perlu diperhatikan bahwa sekarang ini keterjangkitan klaster - klaster dan jangan pernah meremehkan virus Covid-19, serta tetap harus menerapakan protokol kesehatan Covid-19.

Kalimantan Barat mendapatkan tambahan 19 kasus konfirmasi Covid-19 yang tersebar di Kota Pontianak ada 5 orang, Kabupaten Sintang ada 5 orang, Kabupaten Kubu Raya 4 orang, Kabupaten Sambas 1 orang, Kabupaten Bengkayang 1 orang dan luar wilayah ada 2 orang.

Cegah Covid-19, Kodim Sintang Rapid Test Massal Prajurit

Jadi untuk Kalbar sampai 16 september ada 803 kasus konfirmasi Covid-19, dimana 666 atau 82,93 persen telah dinyatakan sembuh dan 7 orang meninggal.

Gubernur Sutarmidji mengatakan bahwa hari ini ada tambahan satu klaster baru lagi sebanyak 4 orang, dan yang lain hasil swabnya belum keluar. 

“Kemudian ada klaster akibat tak percaya Covid -19 yang fatal.

Tak percaya protokol Covid-19 dan sebagainya ini yang bahaya, kalau dia tak percaya tak apa, tapi kasihan yang lain. 

Begitu dia kena tetap saja urusannya pemerintah, rumah sakit dan sebagainya,” jelasnya Gubernur Sutarmidji.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved