PENTING, Cek Mitos dan Fakta Seputar Sakit Maag
Maag digambarkan dengan gejala seperti nyeri/rasa terbakar pada ulu hati, “begah” atau ketidaknyamanan setelah makan,maupun cepat kenyang
Penulis: Jovanka Mayank Candri | Editor: Jovanka Mayank Candri
PENTING, Cek Mitos dan Fakta Seputar Sakit Maag
Pertama-tama, apa itu sakit maag/dispepsia? Nah, sebenarnya banyak nih diskusi mengenai pengertian maag (atau bahasa kerennya dispepsia atau bahasa Inggrisnya indigestion) sebenarnya. Namun, telah disepakati, menurut definisi ROME III, maag (khususnya dispepsia fungsional) digambarkan dengan gejala seperti nyeri/rasa terbakar pada ulu hati, “begah” atau ketidaknyamanan setelah makan, maupun cepat kenyang.
Yuk kita bahas bersama dr Chelwy Joycestio Vrixander dan Eric Herrianto Dwiputra SKed
Siapa aja nih yang bisa terkena maag? Kayaknya penyakit yang umum sekali ya?
Ternyata, maag ini merupakan keluhan umum loh yang dialami oleh banyak orang! Berdasarkan penelitian, ditemukan pada masyarakat nih sobat ternyata 15-30% orang dewasa pernah mengalami gejala dari penyakit ini!
Di negara Barat, ternyata prevalensinya berkisar 7%- 41% dari populasi masyarakat yang mengalami gejala maag ini dan ternyata hanya 10-20% yang pergi berobat ke tenaga medis dan sisanya mengobati dengan obat bebas yang beredar di pasaran.
Di Indonesia sendiri, maag ini menduduki peringkat 6 sebagai penyakit yang paling banyak diderita pasien rawat inap pada tahun 2010, dengan angka kasus 33.580 loh sobat.4 Penyakit ini benar-benar bukan penyakit yang jarang ditemui ya sob.
Sebenarnya apa sih penyebab penyakit yang sangat sering ditemukan ini? Nah, maag/dispepsia itu sebenarnya terbagi menjadi 2, yaitu dispepsia organik (adanya kelainan struktural) dan dispepsia fungsional (tidak ada kelainan struktural).
Dispepsia organik seperti tukak lambung cenderung disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori dan konsumsi obat-obatan anti nyeri non-steroid.
Sedangkan bila mengacu pada dispepsia fungsional, ada banyak sekali faktor nih yang disinyalir, seperti gangguan motilitas saluran cerna, infeksi H. pylori, asam lambung, hipersensitivitas organ dalam, faktor psikologis (depresi dan kecemasan), genetik, gaya hidup, lingkungan, diet, dan riwayat infeksi saluran cerna sebelumnya. Pusing ya sobat saking banyaknya faktor yang mempengaruhi.
Seperti apakah gejalanya?
Gejala penyakit maag yang sobat bisa temukan biasanya adalah nyeri atau rasa tidak nyaman di area bagian atas perut, mual, muntah, kembung, kemudian ketika makan terasa lebih cepat kenyang dari biasanya.
Atau bahkan bisa merasa kenyang yang berkepanjangan alias tidak merasa lapar, dan salah satu yang paling khas lagi adalah sering bersendawa.
Nah, biasanya nih nyeri di bagian atas perut ini sering disalahartikan dengan nyeri dada. Makanya, kadang dianggap mirip dengan serangan jantung loh sobat!
Cara pasti mengetahui kalau saya terkena maag bagaimana caranya ya?
Nah, cara mengetahui kalau sobat terkena sakit maag ini tentu saja yang pertama dengan melihat gejala yang sobat alami!
Kenalilah gejala penyakit ini sejak dini, supaya sobat bisa mengenalinya dan segera membawa diri sobat ke tenaga medis yang ahli dalam bidangnya.
Kemudian, nanti bisa dilakukan nih seperti pemeriksaan radiologi ataupun pemeriksaan endoskopi untuk melihat ke dalam saluran pencernaan anda.
Pemeriksaan darah seperti gula darah dan lain-lain yang tentu saja dapat membantu dalam mendiagnosis penyebab utama dari maag ini, sehingga anda bisa diterapi sesuai penyebabnya!
Lalu pengobatannya bagaimana ya?
Nah, jika anda sudah terdiagnosis dengan penyakit maag, obat yang dapat diberikan antara lain antasida, obat antisekresi asam, prokinetik dan sitoprotektan.
Diantara semua obat tersebut, hanya obat antasida yang dapat dibeli tanpa memerlukan resep serta dapat dengan cepat meredakan gejala maag loh sobat, karena antasida bekerja dengan menetralisir asam di dalam lambung.
Sedangkan golongan obat lainnya termasuk dalam golongan obat keras dan diperlukan resep dokter. Nah setelah akan dievaluasi nih sob apakah dengan perubahan gaya hidup dan pemberian obat-obatan cukup untuk mengurangi gejala.
Apabila belum, mungkin diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebab sesungguhnya, misalnya ada/tidaknya infeksi H. pylori maupun adanya lesi pada organ pencernaan.
Nah sekarang, bagaimana dengan pencegahannya nih?
Pencegahannya ternyata mudah loh sob, karena berhubungan dengan perubahan gaya hidup aja kok. Kiat-kiat mencegah dispepsia misalnya:
• Hindari mengunyah dengan mulut terbuka maupun berbicara sambil mengunyah. Hindari juga makan dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan sobat menelan udara, sehingga dapat memperparah gejala.
• Kunyah makanan secara lengkap dan makan dengan pelan.
• Hindari makanan tinggi asam, pedas dan berminyak, serta minuman beralkohol dan berkafein.
• Bila sedang mengkonsumsi obat anti nyeri non-steroid, hindari diminum saat perut kosong.
• Berolahraga setidaknya 1 jam setelah makan.
• Meditasi juga dapat membantu dispepsia yang disebabkan stress maupun kecemasan loh sobat.
Cek Mitos atau Fakta!!!
Minum air lemon bisa menyembuhkan sakit maag → MITOS
Nah mungkin sering nih dari sobat mendengar bahwa katanya air lemon dapat menyembuhkan sakit maag.
Nah, perlu sobat ketahui bahwa sebenarnya pernyataan tersebut adalah mitos loh sob! Sudah disinggung sebelumnya nih sob, bahwa salah satu penyebab maag adalah asam lambung berlebih.
Justru penderita maag harus menghindari makanan yang bersifat asam, tidak terkecuali buah-buahan seperti jeruk dan lemon, karena bukannya menyembuhkan, tetapi justru memperparah keluhan.
Nyeri dada bisa jadi pertanda maag, tidak selalu serangan jantung → MITOS
Nah, mungkin sobat juga perlu tahu nih bahwa maag didiagnosis bila hanya memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas seperti nyeri/rasa terbakar pada ulu hati, “begah” atau ketidaknyamanan setelah makan, maupun cepat kenyang.
Asam lambung juga ternyata dapat menyebabkan nyeri dada loh sob, bila asam lambung tersebut naik kembali ke kerongkongan atau yang biasa disebut refluks.
Hal ini disebut GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease yang tentunya berbeda dengan maag/dispepsia.
Nah, pada serangan jantung, gejala nyeri dadanya cenderung ke arah seperti rasa tertekan/berat, sedangkan pada GERD lebih ke arah heartburn atau sensasi panas di dada.
Tapi, tentu saja gejala nyeri dada ini dapat menipu ya sobat, atau disebut gejala atipikal pada beberapa kasus sehingga penting sekali untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan bila mengalami gejala nyeri dada sesegera mungkin untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung yang mungkin dapat berakibat fatal!
Penderita maag tidak boleh berpuasa → MITOS
Menariknya, ada 1 penelitian nih mengenai apakah berpuasa dapat mempengaruhi maag atau tidak. Dari penelitian ini ternyata berpuasa tidak mempengaruhi keluhan maag selain memperparah keluhan ketidaknyamanan ulu hati setelah makan.
Ini pun dicurigai dialami karena ada kecenderungan makan dalam jumlah yang banyak saat berbuka puasa dan sahur.
Oleh sebab itu, disarankan untuk tidak makan dalam jumlah yang terlalu banyak dan dalam waktu yang singkat ya sob!
Selain itu, ada baiknya juga mengkonsultasikan rencana berpuasa pada dokter bila memang menderita maag ya sob.
Minum susu bisa memperburuk keluhan maag → FAKTA
Kandungan lemak di dalam susu disinyalir menjadi penyebab keluhan maag maupun memperburuk keluhan maag.
Nah namun ada perdebatan juga nih apakah sebenarnya keluhan tersebut merupakan maag atau intoleransi laktosa karena keduanya mungkin saja terjadi secara bersamaan dan bisa saja menimbulkan keluhan yang mirip.
Bagi sobat yang mungkin belum tahu, intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan saluran cerna untuk mencerna laktosa (jenis gula yang ditemukan dalam produk susu). Oleh karena itu, konsumsi susu harus dilakukan sebijak mungkin ya sob.
Nah, sekian ya sob untuk penjelasan kali ini. Seperti penyakit-penyakit kronis lain nih sob, bahwa ternyata penyakit maag/dispepsia ini juga dapat dicegah loh dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan teratur.
Semoga sobat juga mendapat pencerahan nih terhadap fakta dan mitos yang mungkin sering beredar. Semoga artikel ini bermanfaat ya. Terimakasih.