Gubernur Sutarmidji Ungkap Hasil Rapid Test 2 Siswa di SMAN 1 Pontianak Reaktif
Ia mengatakan bahwa kemarin sudah dilakukan rapid test siswa di SMAN 1 Pontianak dan ada dua siswa hasil rapid testnya Reaktif.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menyampaikan bahwa dua siswa di SMA Negeri 1 Pontianak hasil rapid testnya dinyatakan Reaktif .
Ia mengatakan bahwa kemarin sudah dilakukan rapid test siswa di SMAN 1 Pontianak dan ada dua siswa hasil rapid testnya Reaktif.
“Kita sedang istirahatkan dua orang siswa tersebut karena rapid test nya reaktif.
Tapi kalau hasil swabnya negatif maka mereka akan masuk kelas lagi.
Namun dua orang siswa ini harus diisolasi selama 14 hari dulu,” ujarnya kepada awak media , Rabu (9/9/2020).
Ia mengatakan akan tetap menjaga jangan sampai ada kluster baru di sekolah.
• Sutarmidji Berlakukan Tes Swab Penumpang Pesawat Tujuan Pontianak Meski Kemenkes Hapus Rapid Test
Ditemukan ada dua siswa yang hasil rapid test Reaktif.
Dikatakannya kemungkinan karena orang tua siswa yang bersangkutan terkonfirmasi Covid-19 .
“Ada juga siswa yang orang tuanya terkonfirmasi Covid-19.
Siswa tersebut sekolah di SMK tapi kepala sekolahnya cekatan dan sudah mengambil langkah anak ini jangan sekolah dulu,” jelasnya.
Ia mengatakan apabila diketahui ada orang tua yang dinyatakan kasus positif akan cepat ditanya apakah yang bersangkutan mempunyai anak yang sedang ikut pembelajaran tatap muka atau tidak.
“Jadi kita tanya ada tidak anaknya yang sekolah di SMA atau SMK yang sedang tatap muka. Kalau sudah tatap muka jangan sekolah dulu,” tegasnya.
Ia mengatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pembelajaran tatap muka yang sudah berlangsung sekitar seminggu di SMA N 1 Pontianak.
• Sutarmidji Beri Waktu Minggu Kedua September Daerah Wajib Kirim 200 Sampel Swab
Lanjutnya mengatakan bahwa sekolah telah mengikuti protap dan keingingannya sekolah di Kalbar bisa berjalan , tapi tetap dalam pengawasan dan penjagaan pihak terkait.
“Sama hal nya dengan penerbangan yang rapid test sudah di cabut tapi saya akan tetap berlakukan pemeriksaan karena itungan sekarang di pintu masuk bukan pintu keluar jadi harus kita swab kalau ada yang positif kita angkut langsung isolasi,” ujarnya.