Bagikan Masker di Pasar Tradisional Pontianak, Sutarmidji Tugaskan Satpol PP untuk Terus Berjaga
Karena saat ini virus Covid-19 tidak ada obatnya selain masker. Kita tidak bisa hanya jaga jarak saja.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji memulai kegiatan pencanangan wajib masker secara serentak dimulai dari membagikan masker di Lingkungan Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (10/9/2020).
Giat dilanjutkan dengan membagikan masker kepada masyarakat umum di beberapa pasar tradisional di Kota Pontianak.
Dalam giat ini dilakukan bersama oleh Gubernur Kalbar , Waka Polda Kalbar, Pangdam XII TPR, Wali Kota Pontianak dan Perwakilan Forkopimda Provinsi Kalbar.
Giat pertama pembagian masker menuju Pasar Flamboyan dan dilanjutkan dengan pembagian masker di Pasar Kemuning sekaligus melihat langsung posko swab bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker langsung swab di tempat.
• Petugas Gabungan Bagikan Masker dan Berikan Imbauan di Simpang Traffic Light Roban Singkawang
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Kalbar tampak mengenakan baju Dinas berwarna putih dan masker hitam serta sarung tangan dan topi , memberikan langsung masker dan vitamin kepada masyarakat di sekitaran pasar.
Gubernur Sutarmidji juga memberikan edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan jaga jarak.
Saat memanggil satu warga yang tanpak mengenakan masker dibawah mulut, Gubernur langsung memberi teguran dan langsung memberikan masker serta obat.
Sutarmidji juga menyempatkan melihat posko swab di Pasar Kemuning dan menyaksikan beberapa masyarakat yang diambil swab ditempat karena tidak patuh protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker.
Saat di wawancarai awak media, Gubernur Sutarmidji menyampaikan bahwa giat hari ini ingin melihat secara langsung masyarakat apakah sudah menerapkan protokol kesehatan atau belum . Nantinya dari hasil giat ini akan menjadi bahan evaluasi .
• Warning Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19, Komarudin: Jangan Sampai Kita Jadi Pasien Berikutnya
“Karena saat ini virus Covid-19 tidak ada obatnya selain masker. Kita tidak bisa hanya jaga jarak saja. Tapi harus sama- sama pakai masker dengan orang yang berhadapan peluang untuk terjangkit kalau salah satunya positif hanya 2 persen. Sehingga masker itu penting hanya kadang saat merokok dilepas dan ada yang tidak tertib ,” jelasnya.
Ia mengatakan walaupun tadi lebih dari 95 persen masyarakat yang melakukan aktivitas di pasar sudah menggunakan masker tapi tingkat kepatuhan apakah real atau hanya karena tahu dirinya akan berkunjung. Hal ini yang akan terus di evaluasi kedepannya.
“95 persen masyarakat sudah menggunakan masker itu apakah karena saya datang tapi nanti kalau dadakan saya minta posko swab biar saja di situ . Kita akan dadakan kalau patuh hanya karena ada kita berkunjung terpaksa kita nunggu disini tiap hari supya mereka bisa tertib ,” tegas Sutarmidji.
Jadi hasil giat hari ini akan menjadi bahan evaluasi terkait aktivitas pasar dan penggunaan maskernya.
Kedepan ia akan menempatkan Satpol PP Provinsi 5 orang dan Satpol PP Kota Pontianak 5 orang , ditambah lagi anggota dari TNI Polri sekita 5 orang. Jadi total ada sekitar 15 orang yang setiap harinya akan berjaga di titik keramaian atau pasar.
“Makanya Satpol PP akan kita tempat kan di pasar sebanyak mungkin . Karena bisa jadi tertibnya mereka tadi karena kita datang jadi harus real . Jadi nanti ada 10 Satpol PP kita tempatkan di pasar- pasar sampai satu bulan terus saja dan jangan jenuh kalau tidak gunakan masker langsung swab,” jelasnya.