Eko Dewantoro: Lewat Budidaya, Kembangkan Potensi Ikan Lokal
Selain itu ia juga mengungkapkan jika masyarakat Kalbar khususnya Pontianak memiliki daya beli tinggi untuk mengkonsumsi ikan, namun masyarakat masih
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, Dr. Ir. Eko Dewantoro, M. Si sampaikan jika potensi ikan lokal sangat besar pada Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast), Senin (7/9/2020).
Dalam Triponcast edisi Bebincang Kampus, Eko menyatakan jika perairan yang dimiliki oleh Kalbar cukup luas sehingga memiliki potensi yang sangat besar.
"Potensi sangat besar karena perairan Kalbar ini cukup luas, bila dikembangkan untuk budidaya sangat besar dengan mengutamakan ikan-ikan lokal. Untuk budidaya ikan lokal cukup banyak seperti Jelawat, Kelabau, Tengada, dll. Prinsipnya budidaya ikan lokal ini tidak sulit-sulit amat, cuma mungkin bayak belum cukup tau atau tertarik," ungkapnya.
• Putra Kalbar, Aditya Pradewo Launching Gemarikan.id, Ciptakan UMKM Pada Produk Kelautan Perikanan
Selain itu ia juga mengungkapkan jika masyarakat Kalbar khususnya Pontianak memiliki daya beli tinggi untuk mengkonsumsi ikan, namun masyarakat masih belum banyak yang memandang ini sebagai peluang usaha.
Ia menyampaikan jika ikan lokal memiliki harga yang cukup tinggi di pasaran, bahkan untuk ekspor ikan Semah ke Malaysia dapat tembus di angka Rp 500 ribu per kilo.
"Perairan Pontianak yang begitu besar ini kita bisa budidaya ikan patin lokal, ikan jelawat dll dan mahal harganya, bahkan ikan Sema untuk ekspor ke Malaysia bisa Rp 500 per kilo dalam kondisi hidup. Karena belum banyak yang membudidayakan nya mungkin tidak tersedia," paparnya di Triponcast.
Selain ikan konsumsi, ikan hias di Kalbar juga memiliki potensi yang bagus. Ia mengungkapkan jika ikan hias dapat dilihat dari warna, bentuk dan kelincahan. Di Pontianak sendiri, ikan hias dapat ditemukan di aliran Sungai Kapuas, hal ini dapat terjadi karena dari hulu smpai ke hilir satu aliran dan memungkinkan jika ikan di hulu ada di Pontianak, walaupun mungkin habitatnya agak berbeda dari yang berada di hulu. Dan ikannhias yang memiliki potensi untuk dikembangkan ialah ikan Ulang Uli.
Menurutnya, pontensi yang besar justru lewat budidaya, karena ikan dipelihara dalam lingkungan terkontrol sehingga manjadikan padat tebar tinggi. Dan Hampir semua kabupaten kota di Kalbar memiliki potensi ikan lokal yang besar, seperti Ketapang, Sambas, Kab Landak tapi memang yang terbesar dari Kapuas hulu.
"Yang tadinya di alam itu padat tebar rendah ketika di budidayakan bisa padat tebar tinggi. Potensi keramba di sekitar Pontianak ini (Sungai Landak dan Kapuas) sekitar 1000 keramba masih bisa nampung dan pasarnya besar juga," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/eko-dewantoro-1212.jpg)