Tepelima ke-7 Angkat Isu Lingkungan, Merusak Alam Disebut Rampas Hak Hidup
Andi menilai, aktivitas ekonomi yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan alam, baik dalam skala kecil maupun besar, secara tidak langsung
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Ia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan ekonomi sering kali dijadikan alasan di balik eksploitasi lingkungan.
- Namun, menurutnya, dalam ajaran agama, upaya mencari rezeki tidak hanya soal bekerja dan berusaha tetapi juga harus memenuhi prinsip halalan thayyiban.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Isu kerusakan lingkungan menjadi perhatian dalam Temu Pemuda Lintas Iman (Tepelima) Kalimantan Barat ke-7 di Gedung Pengembangan Sosial Ekonomi Pontianak, Sabtu 11 April 2026.
Pemikir Islam Andi Muhammad Muslim sebagai salah satu narasumber menegaskan bahwa praktik merusak alam sama halnya dengan merampas hak hidup orang lain.
“Ketika kita merusak alam, berarti kita juga mengambil hak hidup orang lain untuk hidup dengan layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan ekonomi sering kali dijadikan alasan di balik eksploitasi lingkungan.
Namun, menurutnya, dalam ajaran agama, upaya mencari rezeki tidak hanya soal bekerja dan berusaha tetapi juga harus memenuhi prinsip halalan thayyiban.
• Dapur Teater Pontianak Pentaskan The Echoes of Apokalips, Angkat Isu Lingkungan
“Dalam pandangan ekonomi atau finansial, kita tidak semata-mata hanya mengharapkan rezeki dari Tuhan tanpa harus bekerja dan berusaha. Kasarnya, kita harus bergerak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa makna halal tidak cukup hanya sebatas diperbolehkan, melainkan harus dipastikan tidak merugikan pihak lain.
“Halal saja itu tidak cukup, ada yang disebut dengan thayyiban. Yang baik itu bukan cuma untuk dirinya, tapi juga untuk orang lain dan lingkungan,” tambahnya.
Andi menilai, aktivitas ekonomi yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan alam, baik dalam skala kecil maupun besar, secara tidak langsung telah melanggar prinsip tersebut.
Ia pun mengajak generasi muda lintas iman untuk lebih memahami batas hak dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
“Umat muslim harus mengetahui batasan haknya. Kerja-kerja yang kita lakukan tidak boleh dari praktik yang merusak alam. Sekali lagi, ketika itu merusak alam, sama saja kita mengambil hak orang lain,” tegasnya.
Melalui Tepelima ke-7 ini, isu lingkungan ditegaskan sebagai persoalan bersama yang tidak hanya menjadi tanggung jawab aktivis, tetapi juga bagian dari nilai moral dan spiritual lintas agama. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Tepelima
Temu Pemuda Lintas Iman
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Minggu 12 April 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Pontianak
| Gubernur Ria Norsan Minta Petugas Haji Layani Calon Jemaah dengan Ikhlas |
|
|---|
| Psikiater RSUD Sambas Ungkap Faktor Pemicu Bunuh Diri Karena Gangguan Mental |
|
|---|
| Dilema UMKM di Pontianak Antara Naikkan Harga atau Rugi |
|
|---|
| Tinjau Gudang Bulog, DPRD Ketapang Pastikan Stok Aman dan Soroti Distribusi Pangan |
|
|---|
| Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Melalui Ecopreneurship untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Temu-Pemuda-Lintas-Iman-345tredtgdf.jpg)