Polsek Siantan Siap Bantu Proses Evakuasi Warga Dampak Banjir
Kapolsek Siantan, Polres Mempawah, Iptu Rahmad Kartono, mengatakan telah memimpin personel untuk mendata warga terdampak banjir.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sejumlah wilayah di Mempawah terdampak banjir akibat tingginya curah hujan, satu diantaranya di Kecamatan Jongkat, Minggu (6/9/2020).
Kapolsek Siantan, Polres Mempawah, Iptu Rahmad Kartono, mengatakan telah memimpin personel untuk mendata warga terdampak banjir.
"Saya bagi personel Polsek Siantan menjadi lima tim untuk berkeliling mengecek volume air dan daerah titik rawan bencana banjir di beberapa desa di Kecamatan Jongkat," ujar Rahmad Kartono.
Ia mengatakan berdasarkan hasil monitoring, tercatat ada tiga desa dilanda banjir.
"Diantaranya yang terdampak di Dusun Teluk Dalam, Desa Wajok Hulu, rumah warga yang terdampak berjumlah 25 unit atau 30 kepala keluarga, Ketinggian air 20 cm, sudah masuk ke rumah warga. Selanjutnya, Dusun Coklat Jalan Parit H. Yakob, Desa Wajok Hilir, Rumah yang terdampak berjumlah 12 unit atau 14 kepala keluarga, Tinggi air 10 cm, hanya menggenangi perkarangan dan tidak ada yang masuk ke rumah," ungkapnya.
• Kapolres Tulus Sinaga Turun Langsung Pantau Banjir di Segedong
Kemudian pihaknya juga melakukan, pengecekan di Dusun Taruna Bakti Jalan Parit Bayan, Desa Peniti Luar.
Dimana rumah yang terdampak berjumlah 20 unit atau 30 kepala keluarga denga Tinggi air 10 cm dan sebagian sudah masuk ke dalam rumah warga.
"Pada monitoring itu, saya bersama wakapolsek dan para bhabinkamtibmas menyampaikan imbauan agar warga tetap tenang menghadapi situasi banjir yang terjadi akhir-akhir ini," katanya
Warga juga diminta olehnya untuk waspada akan curah hujan yang cukup deras yang memungkinkan parit dan selokan tidak mampu menampung tekanan volume air, sehingga air meluap sampai titik daerah pemukiman dan perumahan.
Selain itu, kepada aparatur pemerintah desa dan warga, juga diminta agar segera melaporkan apabila air mulai naik secara tidak normal supaya bisa segera dilakukan antisipasi mencegah terjadinya hal-hal tak diinginkan.
"Tentunya yang tak kalah penting, kami siap membantu warga jika perlu dilakukan evakuasi sekaligus melakukan koordinasi dengan kepala desa, forkopimcam, dinas sosial maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah," pungkasnya. (*)