Cara Mahfud MD Jawab Komentar Haters Soal Pertemuan dengan Haikal Hassan
Dalam cuitannya, Mahfud MD mengatakan, terasa asyik berdiskusi di pagi akhir pekan bersama Ustadz Haikal Hassan.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
"Yg bersama Gus Dur itu lukisan karya Nabila (muslimah alumni ITS Surabaya dan lulusan al-Azhar Mesir, sekarang tinggal di Surabaya); yang close up sendirian dan yang bersama Presiden dan 4 Menko itu lukisan karya Djoko Susilo (sekarang tinggal di Purworedjo)," tulis Mahfud MD.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa dirinya aktif silaturrahim dan punya hubungan baik dengan mereka yang "dianggap kritis".
"Misal dgn Rizal Ramli, Syukri Fadholi, Kyai Muyyidin MUI, Busyro Muqoddas, Gatot Nurmantyo, dan yg lain2. Memangnya mengapa? Selama kita sama2 tak punya niat jahat maka mudah bagi kita utk bersahabat," ungkapnya.
Yg bersama Gus Dur itu lukisan karya Nabila (muslimah alumni ITS Surabaya dan lulusan al-Azhar Mesir, sekarang tinggal di Surabaya); yang close up sendirian dan yang bersama Presiden dan 4 Menko itu lukisan karya Djoko Susilo (sekarang tinggal di Purworedjo). https://t.co/aqQcQkAR95
— Mahfud MD (@mohmahfudmd) September 5, 2020
Tanggapi Polemik
Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi polemik politik dinasti yang mungkin terjadi di Pilkada Serentak 2020.
Menurut Mahfud MD, tak ada hukum yang mengatur seorang kerabat pejabat publik tidak boleh maju sebagai calon kepala daerah.
Mahfud MD menyebut, fenomena praktik politik dinasti maupun nepotisme, tidak bisa dihindari, termasuk dalam gelaran Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.
Hal itu disampaikan Mahfud MD saat webinar bertajuk 'Pilkada dan Konsolidasi Demokrasi Lokal', Sabtu (5/9/2020).
"Mungkin kita sebagian besar tidak suka dengan nepotisme."
"Tetapi harus kita katakan, tidak ada jalan hukum atau jalan konstitusi yang bisa menghalangi seseorang itu mencalonkan diri berdasarkan nepotisme atau sistem kekeluargaan sekalipun," papar Mahfud MD.
Bahkan, Mahfud MD mengatakan aturan tersebut juga berlaku di seluruh dunia.
Hingga saat ini, kata Mahfud MD, belum ada negara yang mengatur larangan praktik kekerabatan dalam politik.
Mahfud MD pun berpandangan, praktik politik nepotisme tidak melulu bertujuan buruk.
Ia lantas mencontohkan pemilihan kepala daerah di Bangkalan, Madura, yang diisi oleh pertarungan kakak dan adik.