Dukung Perbup 50 Tahun 2020, Dandim Harap Masyarakat Paham dan Sadar Protokol Kesehatan

"Harapan Kami dengan adanya Perbup ini memudahkan penegakan disiplin karena dalam Perbup ini jelas ada sanksinya.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Dandim 1201/Mempawah, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto mendampingi Tim Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) meninjau lokasi potensi kebakaran hutan dan lahan di Kampung Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Rabu (12/8/2020) Sore. 

 TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Dandim 1201/MPH, Letkol Inf Dwi Agung menyambut baik adanya perbub 50 tahun 2020 yang dikeluarkan bupati Mempawah, Erlina. Walaupun diakuinya sebelumnya telah berupaya memutus mata rantai COVID 19.

"Tekait Perbup ini sangat bagus, langkah kita sebelumnya juga sudah tergabung di gugus tugas Covid. Secara rutin patroli termasuk penegakan disiplin di keramaian khususnya di pasar, tempat berkumpulnya  masyarakat," ujar Dandim  Dwi Agung.

Ia mengtakan dengan adanya Perbub ini maka ada dasar hukum untuk pemberian sanksi bagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Pemkab Mempawah Terbitkan Perbup Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

"Harapan Kami dengan adanya Perbup ini memudahkan penegakan disiplin karena dalam Perbup ini jelas ada sanksinya. Tentunya masyakat semakin yakin dan memahami bahayanya covid ini, maka bersama ikut menjaga agar tidak terkena Covid dan memutus mata rantai," katanya.

Ia mengakui masih banyak kendala yang dihadapi dalam penegakan protokol kesehatan ini, karena diakuinya memberikan pemahaman pada masyarakat tidak mudah.

"Kendala di lapangan masyatakat kadang masih ada yang belum percaya kalau covid ini ada, kalau belum kena belum yakin dan percaya. Maka melalui Perbup ini diharapkan masyarakat sadar dan paham akan protokol kesehatan," pungkas Dwi Agung.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved