Breaking News:

Disdik Kalbar Sudah Surati Sekolah Zona Hijau dan Kuning Lakukan Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Saat diwawancarai, Kadisdikbud Kalbar, Sugeng menyampaikan bahwa Disdik Kalbar sudah menyurati kepala sekolah, terutama di Zona Kuning dan Hijau untuk

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/Anggita Putri
Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji meninjau langsung proses simulasi hari ke empat pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 1 Pontianak, Kamis (3/9/2020). 

TRIBUNPONTIANAK, PONTIANAK - Gubernur Kalbar, H Sutarmidji didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng bersama Kadiskes Kalbar, Harisson meninjau langsung proses simulasi pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 1 Pontianak, Kamis (3/9/2020).

Saat ini di Satuan Pendidikan tingkat SMA baru dilakukan simulasi pertama di SMA Negeri 1 Pontianak yang sudah berlangsung selama empat hari.

Dari simulasi yang dilakukan akan menjadi bahan evaluasi kedepan untuk membuka sekolah bertahap apabila simulasi berhasil. Namun sebaliknya apabila ditemukan kasus maka akan ditutup sementara.

Saat diwawancarai, Kadisdikbud Kalbar, Sugeng menyampaikan bahwa Disdik Kalbar sudah menyurati kepala sekolah, terutama di Zona Kuning dan Hijau untuk melakukan persiapan pembelajaran tatap muka.

Sugeng: Hari Ketiga Simulasi Belajar Tatap Muka SMAN 1 Pontianak Berjalan Lancar

“Jadi harus menyiapkan sarana dan prasarananya, termasuk ijin orang tua. Apabila semua sudah siap, kita beri batas tanggal paling lambat 9 September harus melaporkan ke Disdikbud Kalbar,” ujarnya.

Ia mengatakan jika memungkinkan sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka, maka boleh dimulai khususnya di Ibu Kota kecamatan. Tapi kalau untuk di Ibu Kota Kabupaten Kota semua guru harus di swab dan siswa di rapid test.

Jadi satuan pendidikan yang ada di kecamatan yang berada di Zona hijau dan kuning boleh mengajukan ijin, tentunya dengan protokol kesehatan yang harus siap.

Gubernur Sutarmidji Tinjau Simulasi Belajar Tatap Muka di SMAN 1 Pontianak

“Kami juga bekerjasama dengan Pangdam dan Kapolda menurunkan jajarannya dibawah untuk membantu mendisiplinkan dan juga dibantu oleh Diskes Kalbar,” jelasnya.

Satuan Pendidikan juga harus berkordinasi dengan puskesmas terdekat. Lalu untuk SMA/SMK pembelajaran tatap muka harus memperoleh atau mengajukan ijin terlebih dahulu dari Disdikbud Kalbar, menyatakan kesiapannya, persetujuan orang tua. Setelah itu baru boleh melakukan ujicoba pembelajaran tatap muka khusus untuk kelas XII dulu.

“Untuk waktu pembelajaran memang kita masih 50 persen dulu dan memperioritaskan mata pelajaran yang dibutuhkan untuk masuk perguruan tinggi, ditambah pelajaran Agama. Untuk SMK itu silahkan menyesuaikan,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved