Virus Corona Masuk Kalbar

BREAKING NEWS - Dinkes Umumkan Tambahan 8 Kasus Positif Covid-19 di Kalbar

Kemudian di Kapuas Hulu itu petugas Puskesmas di Badau yang terjangkit dari kluster sebelumnya.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ENRO
Ilustrasi_Pasien Covid-19. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menyampaikan adanya penambahan 8 kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar, Selasa (1/9/2020).

Ia mengatakan berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Untan pada 13 Agustus 2020 ada tambahan 8 kasus konfirmasi baru yang tersebar di Kota Pontianak 2 orang, Kubu Raya 2 orang, Landak 2 orang, Kapuas Hulu 1 orang dan Kota Singkawang 1 orang .

“Kalau yang 2 kasus di Kota Pontianak merupakan keluarga dari kasus sebelumnya.

Kemudian di Kapuas Hulu itu petugas Puskesmas di Badau yang terjangkit dari kluster sebelumnya.

Lalu di Landak pasien suspek di Puskesmas ,” ujarnya kepada awak media.

Dikatakannya untuk 1 kasus di Kota Singkawang adalah seorang pegawai di Rumah Sakit Jiwa Singkawang.

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Wali Kota Pontianak : Kita Lihat Kedepan

45 Anggota DPRD Kota Pontianak Jalani Swab Test Covid-19

“Pasien sudah kita Isolasi beserta keluarga juga sudah di lakukan pengambilan swab.

Saya sudah bilang bahwa di populasi kita ada 3 persen yang sebenarnya kasus konfirmasi Covid-19, tapi kita tidak tahu kecuali terus dilakukan tracing,” jelasnya.

Maka dari itu Gubernur Kalbar meminta kabupaten kota untuk mengirim 200 sampel perminggu dan bahkan meminta untuk ditingkatkan lagi.

“Saya akan mengekspos ke media kabupaten kota mana saja yang telah menyerahkan 200 sampel atau mana yang tidak menyerahkan sampai 200 sampel.

Perhitungan akan dimulai minggu depan ,” pungkasnya . 

DPRD Jalani Swab Test

Sebelumnya sebanyak 45 Anggota DPRD Kota Pontianak menjalani swab test Covid -19 yang digelar Senin (31/8/2020).

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan swab dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai virus Covid-19 di lingkungan legislatif.

“Tes swab sudah dilakukan. Sasarannya semua anggota DPRD Kota Pontianak dan staf.

Mudah-mudahan hasilnya negatif,” ujarnya usai menjalani pengambilan spesimen swab di Kantor DPRD Kota Pontianak.

Ia mengatakan pelaksanaan swab test tersebut dilakukan atas dasar perkembangan kasus Covid-19 yang belakangan mulai banyak teridentifikasi.

"Pelaksanaan swab pandangan Satarudin semua berjalan lancar dan diikuti semua anggota DPRD Kota Pontianak," ujarnya

"Kasus Covid-19 di Kota Pontianak beberapa hari ini mulai mengalami peningkatan.

Tentunya, kita tak ingin lonjakan kasus Covid-19 kembali meninggi di Pontianak," ujarnya.

Dinkes Kalbar Swab Test Ratusan Pejabat Eselon II dan III Pemprov Kalbar

Apalagi sebaran penularan virus Covid-19 di Kota Pontianak masuk pada transmisi lokal.

Artinya, dari sesama masyarakat Kota Pontianak bisa menularkan, apalagi mobilitas dan aktivitas masyarakat di Kota Pontianak cukup tinggi.

"Temuan kasus positif covid di Kota Pontianak saat ini rerata Orang Tanpa Gejala (OTG).

Mereka ini kondisi fisiknya sehat.

Hanya saja bisa menularkan virus. Jika kondisi fisik utamanya anak kecil dan lansia tak kuat, dimungkinkan dapat menyebabkan kondisi tubuh yang terpapar Covid semakin buruk," ujarnya.

"Harapan kita semua hasil swabnya negatif," imbuhnya.

Dirinya juga meminta Pemkot Pontianak untuk kembali gencar melakukan sosialisasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Giat-giat razia di sejumlah titik yang rawan terjadi kerumunan dapat di perketat, sehingga kesadaran masyarakat terus terpupuk agar disiplin protokol kesehatan.

Kadinkes Kalbar Sebut Akan Ada 2600 Sampel Swab yang Wajib Diperiksa di Lab Untan Pontianak

“Masker menjadi wajib dikenakan oleh masyarakat saat keluar rumah.

Kemudian hand sanitizer harus selalu dibawa.

Selain itu masyarakat harus menjaga jarak.

Paling tidak satu meter dari lawan bicara,” ujarnya.

Pengawasan tempat usaha juga mesti dilakukan.

Menurutnya para pelaku usaha tidak kendor dalam menjalankan protokol kesehatan.

Seperti menempatkan tempat cuci tangan dan aturan penggunaan masker yang sudah menjadi wajib.

“Pengumuman melalui pengeras suara di lampu merah harus digencarkan kembali,” ujarnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved