Awasi Kadar Gula Darah, Diabetes Bisa Amputasi

Ia juga menyampaikan jika gejala yang paling dapat dirasakan oleh penderita diabetes ialah cepat haus.

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKI FADRIANI
Foto bersama Host Triponcast, Rio Riyandani dan Dokter Muda Pontianak, Eric Herrianto Dwiputra Sked, dan  Dokter Pontianak, dr Chelwy JoycestioVrixander, dalam Triponcast Bebincang Kesehatan, Jumat (28/8/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Gula darah merupaka istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari; 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl).

Dalam Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) edisi Bebincang Kesehatan, dengan tema “Apa Benar Penderita Kencing Manis Bisa Diamputasi?” dijawab oleh kedua dokter yang menjadi narasumber utama podcast ini, yakni Dokter Muda Pontianak, Eric Herrianto Dwiputra Sked, dan  Dokter Pontianak, dr Chelwy JoycestioVrixander.

Dokter Muda Pontianak, Eric Herrianto Dwiputra Sked, menjelaskan secara sederhana mengenai diabetes. Menurutnya tubuh kita memerlukan gula dan pada kasus diabetes ini tubuh tidak bisa mengontrol lagi dan itu bisa menyebabkan komplikasi lain yang bahkan bisa berujung fatal.

Gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh.

Mitos dan Fakta Usus Buntu Dikupas Tuntas di Triponcast Oleh 2 Dokter Muda Nan Keren

Kadar gula darah juga merupakan tolok ukur untuk menentukan risiko diabetes yang diderita.

Ia juga menyampaikan jika gejala yang paling dapat dirasakan oleh penderita diabetes ialah cepat haus.

"Cepat merasakan haus," ungkap Eric Herrianto Dwiputra .

Selain dokter Eric Herrianto, Dokter Pontianak, dr Chelwy JoycestioVrixander mengungkapkan jika diabetes merupakan penyakit yang komplikasinya sangat banyak.

Komplikasinya ada yang jangka pendek dan kronis.

"Pada orang diabetes yang gula darahnya tinggi sekali, lukanya bisa tidak terasa," jelas Chelwy JoycestioVrixander.

Ia juga menjawab pertanyaan mengenai amputasi dalam kasus penderita diabetes.

Menurutnya, amputasi juga bukanlah pilihan yang terbaik. Namun bergantung kepada lukanya, jika lukanya sudah infeksi, maka dokter akan menentukan pilihan terbaik dengan jalur amputasi jika sudah tidak bisa di tolong.  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved