Butuh 120 Kantong Darah Perhari, PMI Ajak Masyarakat Aktif Donor Darah
untuk memenuhi target harian kantor darah yang seharusnya mencapai 100 hingga 120 kantong perhari meski saat ini pencapaian kantong darah mencapai 95
Penulis: David Nurfianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Donor darah merupakan sebuah hal yang harus tidak asing bagi masyarakat, terapi banyak masyarakat yang masih merasa takut untuk menjadi pendonor dengan beberapa bagai alasan.
Melihat hal ini Tribun Pontianak menghadirkan PMI kota Pontianak pada Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) edisi Bebincang Layanan Publik Pada Kamis (27/8/2020).
Podcast kali ini menghadirkan Silvia, SKM selaku Kepala Bagian Pelayanan Darah UUD PMI Pontianak dan Rini Pujiastuti, Kepala Seksi Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela UUD PMI kota Pontianak dengan tema Yuk, Rutin Donor Darah.
Silvia menjelaskan bahwa saat ini PMI kota Pontianak sebagai penyedia kantor darah bagi kebutuhan 19 Rumah Sakit dan Klinik di Kota Pontianak masih berupa untuk memenuhi target harian kantor darah yang seharusnya mencapai 100 hingga 120 kantong perhari meski saat ini pencapaian kantong darah mencapai 95 persen dari standar harian.
"Untuk target harian sebenarnya berkisar 100 hingga 120 kantong darah, tapi saat ini pencapaian harian 90 sampai 100 kantong, setidaknya sudah 95 persen stok darah terpenuhi. Karena penggunaan setiap bulan biasanya mencapai 75 persen saja dari stok keseluruhan," ujarnya.
• Sidiq Pastikan Pelayanan Donor Darah PMI Pontianak Sesuai Protokol Kesehatan
Selain itu saat ini ada sekitar 14000 pendonor aktif sukarela dengan pendonor terbanyak dari golongan darah O sedangkan golongan darah AB merupakan pendonor paling sedikit sekitar 7 persen dari total pendonor.
Silvia juga menjelaskan bahwa selama masa Pendemi Covid-19 tidak ada peningkatan permintaan darah mengingat pasien covid-19 tidak berhubungan dengan darah tetapi jumlah pendonor sukarela mengalami penurunan hingga 4 persen walaupun mendapatkan pengganti dari donor pengganti.
"Selama pandemi ini tidak ada peningkatan jumlah permintaan baik dari rumah sakit dan klinik, malah jumlah pendonor mengalami penurunan hingga 4 persen. Tetapi bersyukur ada donor pengganti yang biasanya berasal dari keluarga pasien yang menjadi pendonor," jelasnya.
Silvia juga menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan donor karena PMI memastikan protokol kesehatan terlaksana dengan baik sehingga donor dipastikan aman.
• Gelar Donor Darah Sukarela di Disnakertrans Sanggau, PMI Ucapkan Terima Kasih
"Kami juga mengikuti protokol kesehatan dalam pelaksanaan donor darah mulai dari calon pendonor wajib mencuci tangan sebelum masuk dan menggunakan masker serta menjaga jarak baik antara pendonor dan tenaga medis. Berdekatan hanya saat menyuntikkan jarum saja, sehingga kami memastikan semua proses aman," paparnya.
Pada kesempatan ini Rini yang bekerja sebagai pencari Doroh Sukarela menyatakan tantangan untuk dapat melakukan kegiatan donor darah diluar gedung PMI lebih sulit dimasa pandemi karena banyak perusahaan dan instansi yang membatasi kegiatan yang melibatkan keramaian.
"Selama pandemi mobil donor cukup sulit untuk melakukan kegiatan karena Kampus tidak ada perkuliahan, sehingga kami tidak bisa mendapatkan donor dari kampus. Begitu beberapa instansi yang tidak berani menyelenggarakan kegiatan donor darah yang dapat memicu keramaian, saat ini tidak setiap bulan ada kegiatan donor darah diluar gedung PMI." jelasnya.
Menyikapi hal ini akhirnya PMI mengadakan kegiatan donor darah di Gedung PMI kota Pontianak sebagai upaya meningkatkan jumlah kantong darah yang saat ini dimiliki oleh PMI kota Pontianak.
"Kami akhirnya memutuskan untuk membuat kegiatan donor darah di kantor PMI dengan harapan antusias masyarakat untuk mendonor kembali meningkat suplai darah di PMI," lanjutnya.
Ia juga menjelaskan jika masyarakat ingin melakukan kegiatan donor darah bersama PMI di luar gedung, bisa menghubungi PMI dan memastikan lokasi pengadaan kegiatan donor darah steril dan aman sesuai protokol kesehatan yang ditentukan.
• Stok Darah PMI Pontianak Berkurang 30 Persen Selama Pandemi Covid-19
Rini juga menjelaskan bahwa donor darah itu baik dan penting bagi tubuh jika melakukan donor secara rutin karena dapat menyeimbangkan kadar zat besi, mengurangi gejala stroke serta gejala kanker.
"Tentu banyak manfaat yang akan didapat jika melakukan donor secara rutin seperti kadar zat besi menjadi seimbang, mengurangi gejala stroke dan kanker. Tentu jika melakukan donor secara rutin sesuai ketentuan dan menjalankan pola hidup sehat," paparnya.
PMI juga memberikan penghargaan kepada pendonor aktif yang diberikan berdasarkan tingkat keaktifan mendonor mulai dari 10 kali hingga 100 kali mendonor selama hidupnya.
PMI juga memberikan penghargaan kepada pendonor aktir dengan piagam penghargaan mulai dari Walikota hingga Presiden tergantung seberapa aktif seseorang mendonorkan darah. Ini sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang mau menjadi sukarelawan bagi kemanusiaan, karena darah merupakan kebutuhan yang hanya dapat dihasilkan dari manusia," tuturnya.
Pada akhir podcast Silvia dan Rini mengajak seluruh masyarakat untuk terus aktif dalam melakukan donor darah karena donor darah merupakan satu diantara cara menolong orang lain. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/silvia-tengah-dan-rini-pujiastuti.jpg)