Bisnis Kratom

Daniel Johan Sampaikan Kabar Gembira, Sebut Kratom Masuk Komoditas Tanaman Obat

Selain itu, Daniel juga mendorong Kementan dan karantina segera komunikasi dan berkoordinasi dengan BNN.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabar baik dan menggembirakan datang dari Wakil Ketua Komite IV DPR RI Dapil Kalbar 1 Fraksi PKB, Daniel Johan.

Daniel Johan menyebutkan jika Kratom telah masuk sebagai komoditas tanaman obat, sehingga menjadi angin segar bagi para petani dan eksportir Kratom.

Hal ini sesuai Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.104/M/2/2020 Tentang Komoditas Binaan Direktorat Jenderal Hortikultura.

"Akhirnya Kratom ditetapkan sebagai kategori komoditas tanaman herbal, DPR RI mendorong Mentan, sudah keluar Kepmennya," kata Daniel, Rabu (26/8/2020).

Pemkab Kapuas Hulu Upayakan Kratom Bisa Tetap Jadi Usaha Masyarakat

Pemda Kapuas Hulu Perjuangkan Regulasi Pertambangan Emas dan Daun Kratom

"Selamat untuk para petani Kratom dan apresiasi kepada pemerintah yang tanggap dengan aspirasi petani maupun kepentingan strategis nasional. 

Ini berita baik untuk para petani dan Kalbar," tambahnya.

Anggota DPR RI dua periode ini pun mendorong agar kratom menjadi produk unggulan Kalbar.

"Harus segera diambil kebijakan Kratom sebagai produk unggulan ekspor Kalbar. 

Sambil menunggu hasil penelitian para ahli secara final, ada baiknya sementara kratom hanya untuk ekspor. 

VIDEO: Bahas Daun Kratom, Pemda Kapuas Hulu dan BNN Gelar Vicon

Nanti bila hasil penelitian final sudah ada, baru dikembangkan untuk produk konsumsi lokal sesuai rekomendasi resmi yang ada," tambahnya.

Selain itu, Daniel juga mendorong Kementan dan karantina segera komunikasi dan berkoordinasi dengan BNN.

"Jangan membuat petani terjepit lagi, dan jangan membuat kesan kalau kebijakan pemerintah saling bertentangan," pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved