Lantik 46 Pejabat, Muda Mahendrawan Minta Pejabat Tak Asal Bekerja
Muda Mahendrawan mengatakan di tengah kondisi pandemi Covid-19, aparatur pemerintah tetap harus fokus dan produktif.
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan melantik sejumlah 46 pejabat di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kubu Raya, yang bertempat di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (14/8/2020).
Para pejabat yang dilantik itupun terdiri atas 5 pejabat pimpinan tinggi pratama, 9 pejabat administrator, dan 32 pejabat pengawas.
Dalam amanatnya Bupati Muda menyebut rotasi berupa promosi maupun mutasi adalah hal yang lumrah.
“Selain upaya optimalisasi potensi diri Aparatur Sipil Negara demi mengejar target bersama, rotasi ini juga dapat memperluas pengalaman dan pemahaman seorang ASN. Sekaligus berguna untuk penyegaran,” tutur Muda Mahendrawan.
Muda Mahendrawan mengatakan di tengah kondisi pandemi Covid-19, aparatur pemerintah tetap harus fokus dan produktif.
• FOTO: Pelantikan Pejabat di Lingkungan Pemprov Kalbar
Sebab amanah jabatan adalah tanggung jawab yang wajib ditunaikan dengan maksimal.
Adanya pandemi, menurutnya, harus dijadikan pemicu untuk memperkokoh semangat kerja.
“Bagaimana kita mempercepat pemulihan tapi juga tetap bisa melakukan program-program yang maksimal dengan daya serap yang tinggi dan dampaknya juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Muda Mahendrawan.
Kepada para pejabat yang dilantik, dia mengingatkan agar fokus bekerja untuk rakyat. Alih-alih disibukkan dengan urusan internal yang tidak produktif.
“Harus fokus setiap waktu membayangkan bagaimana caranya rakyat itu bisa tersenyum dan bahagia. Sebagai ASN dan elite birokrat, kita harus lebih banyak menghabiskan energi dan waktu untuk memikirkan dan bekerja bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Muda Mahendrawan mengajak seluruh pejabat untuk punya perspektif yang luas. Agar mampu melihat apa yang dibutuhkan masyarakat di semua tempat.
Dengan cara pandang yang holistik, maka keadilan dalam pembangunan akan didapat.
• Dua Sekolah dan Puluhan Rumah Terendam Banjir di Desa Nusa Kenyikap, Berikut Penjelasan Kapolsek
“Filosofinya bagaimana kita terbang lebih tinggi supaya punya perspektif yang dalam, luas, dan mendarat pada tujuan sasaran. Kalau kita terbang rendah, maka hanya akan melihat dengan radius pendek dan samar-samar sehinggga tidak akan mampu memenuhi rasa keadilan,” terangnya.
Dirinya mengatakan keterbelakangan adalah sasaran bersama yang harus diserang. Yakni dengan berbagai program kegiatan. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pejabat untuk tidak asal bekerja.
Dia meminta seluruh pejabat untuk bersikap empati dengan keadaan masyarakat. Sehingga keterbelakangan berupa pengangguran, kemiskinan, dan ketidakadilan dapat dihilangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/mudapelantikan-46-pejabat.jpg)