Warga Perbatasan di Entikong Sanggau Ungkap Keluhan Merosotnya Harga Lada Pada Anggota DPD RI
Menanggapi itu, Christiandy Sanjaya pun berterima kasih atas informasi tentang keadaan masyarakat di pedalaman perbatasan Entikong.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam perjalanan resesnya, Anggota DPD RI dapil Kalbar, Christiandy Sanjaya tidak lupa untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat perbatasan, tepatnya di Dusun Punti Engkaras, Desa Nekan Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar.
Hal ini karena masyarakat perbatasan tidak terkecuali, merasakan juga dampak karena Covid-19.
Beberapa bulan ini masyarakat mengalami kesulitan karena harga-harga sembako mahal.
Namun dengan penerapan new normal baru-baru ini akhirnya harga – harga sembako beranjak stabil.
Berdasarkan rilis tertulis yang diterima pada Minggu (9/8/2020),sSatu di antara tokoh masyarakat Pdt Banizman, dan masyarakat lainnya, Timan dalam zoom meeting bersama Christiandy Sanjaya mengungkapkan bahwa meskipun harga-harga mulai normal namun kehidupan ekonomi belum nomal.
• BREAKING NEWS - Gubernur Sutarmidji Umumkan Penambahan 13 Kasus Konfirmasi Baru dan 6 Kasus Sembuh
"Perputaran ekonomi masih terhenti.
Hal itu bisa dilihat dari sepinya mobilitas penduduk di dekat pintu perbatasan.
Nampak dan terlihat sepi.
Tidak seperti biasanya ramai karena pelintas batas lalu-lalang," kata Pdt Banizman.
Dikatakan pula jika penduduk perbatasan yang biasanya bekerja di Malaysia, saat ini tidak bisa lagi.
Mereka kembali dan bekerja seadanya saja di kampung.
Harga-harga komoditas utamanya lada yang menjadi salah satu pendapatan keluarga juga merosot tajam Rp 45 ribu perkilogram yang kualitas bagus atau putih dari sebelumnya sekitar Rp 70-100 ribu perkilogram.
Jalan ke desa dan dusun rusak apalagi di saat musim hujan.
Hal ini menghambat mobilitas masyarakat dan komoditas hasil kebun atau usaha tani mereka.
• Terima Bantuan Bibit Lada, Berikut Ungkapan Samsul Bahri
Selama Pandemi Covid-19, Pdt Banizman pun bersyukur tidak ada masyarakat yang terpapar.