FK-MPI Gelar Diskusi Bahas Usaha Sektor Kehutanan di Kalbar

Lanjutnya, selain itu kami juga membangun hutan kota seluas 4,5 Ha, yang berada di sebelah rumah dinas Gubernur Kalbar.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama usai diskusi bahas sektor kehutanan digedung baru kantor Sekretariat bersama FK-MPI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Forum Komunikasi Masyarakat Perkayuan Indonesia (FK-MPI) Gelar diskusi bersama dengan anggota tiga organisasi hutan dan kayu, sekaligus peresmian gedung bersama baru yang berada di jalan Sulawesi kota Pontianak pada Selasa (4/8/2020). 

Hadir sejumlah anggota dari tiga organisasi hutan dan kayu yang tergabung di FK-MPI, membahas yang berkaitan usaha di sektor kehutanan di Kalbar  yakni APHI, ISWA dan APKINDO Komisariat Daerah (Komda) Kalbar serta di hadiri Dekan Fakultas Kehutanan Pontianak Prof H Gst Hardiansyah.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Kalbar H.Maman Surachman mengatakan kegiatan ini adalah diskusi bersama para anggota organisasi yang bergerak di bidang perhutanan dan perkayuan.

Gubernur Sutarmidji Rilis Peta Zonasi Covid-19 Kalbar, 10 Daerah Zona Hijau, 3 Kuning, 1 Orange

Road Show ke Singkawang, Sineas Singkawang Apresiasi Festival Film Pelajar Khatulistiwa Tahun 2020

"Sekaligus peresmian kantor baru kita yang merupakan gedung bersama, yang sebelumnya kantor sekretariat kita berada di jalan Zainuddin, yang telah kita tempati dari tahun 1979 hingga 2013,"ujarnya pada Rabu (5/8/2020). 

Menurutnya adanya kantor baru dengan menjadi tempat bersama ini, akan mempermudah untuk dilakukan diskusi bersama, sharing dan berkoordinasi, karena seperti di ketahui saat ini peraturan mengenai masalah kehutanan itu sering bertambah,"katanya. 

Kepada Tribun Pontianak, H Maman Surachman mengatakan Diskusi bersama yang digelarnya ini juga membahas kegiatan yang berkaitan di sektor perhutanan di Kalbar.

"Kami juga berkontribusi untuk Kalbar, contohnya membangun hutan seluas 110 hektar di Mandor Kabupaten Landak yang sekarang disebut kawasan Hutan Bukit Soeharto, karena dulu diresmikan oleh Presiden Soeharto,"katanya.

Jadi Ikon Mempawah, Masjid Al Falah Akan Diresmikan Presiden Jokowi

Lanjutnya, selain itu kami juga membangun hutan kota seluas 4,5 Ha, yang berada di sebelah rumah dinas Gubernur Kalbar. 

"Kedepan akan kami rencanakan dilakukan perbaikan lagi. 

Karena disitu sudah lengkap juga sudah ada joging track yang kami bangun sebelum krisis moneter tahun 1999.

Pada kesempatan yang sama, H Maman Surachman yang juga menjabat Ketua APKINDO Komda Kalbar ini, mengatakan sekitar 5-6 tahun kedepan ada beberapa perusahaan Hutan Tamanan Industri (HTI) di Kalbar akan melaksanakan panen, tak hanya itu dalam waktu dekat ini juga ada yang panen.

"Kita dari masyarakat yang tergabung FK-MPI , juga berharap dukungan dari Pemerintah, karena Kalbar memiliki potensi di bangunnya kawasan hutan industri, meski ada lahan bergambut, tapi bisa memiliki nilai ekonomi tinggi. 

Contohnya tanaman pohon Kaliandra, "katanya

Dan lanjutnya, dorongan yang harapkan hanya untuk pengelolaan lahan yang di jadikan hutan industri tentunya memiliki manfaat terhadap lingkungan dan memiliki nilai ekonomi, namun lahan tetap milik pemerintah.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved