Sulit Lawan Petahana di Pilkada Sambas, Ini Ulasan Pengamat
Sudah mulai kelihatan pasangan yang akan di usung oleh parpol. Dan kemungkinan ada tiga sampai empat calon
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
"Karena mengingat adik kandung beliau maju (Heroaldi-Red) dan segment pemilih partai PKB dan Golkar, karena Ibu Rubeiti adalah istri dari petinggi Golkar Provinsi dan beliau juga mantan Anggota DPD RI," ungkapnya.
"Sementara itu, Satono- Rofi, yang di framing sebagai representatif kaum milenial dan wakilnya Rofi adalah anak dari Mantan Bupati 2 Periode (2002-2011) juga patut menjadi hitungan," kata dia.
Sedangkan Atbah-Hairiah kata Dayat, petahana juga sudah mempunyai jaringan dan kekuatan mesin yang kuat. Kata dia, ini terbukti dari hasil lembaga survey masih mengunggulkan pasangan Petahana.
• Polsek Sengah Temila Bagikan Masker pada Warga
"Ini cukup rasional sebab sang incumbent sudah sangat dikenal dan di terima oleh seluruh kalangan dan lapisan masyarat. Jika melihat situasi seperti ini maka tidak berlebihan kiranya prediksi keunggulan dalam Pilkada nanti adalah pada pihak petahana," katanya.
Alasannya kata Dayat, para penantang calon petahana dengan waktu kurang lebih 3 bulan untuk pemilihan perlu kerja extra dalam hal mencari formulasi memperkenalkan diri dan mendapat penerimaan dari masyarakat.
Disisi lain konsep banding program yang ditawarkan kepada masyarakat berupa program riil dan terukur juga menjadi catatan penting sebagai evaluasi dari kinerja sebelumnya.
"Hal penting yang perlu di pikirkan adalah terkait dengan partisipasi pemilih dimana pra dan pasca Covid-19 preferensi masyarakat jauh berbeda, model kampanye dan sosialisasi jika masih menggunakan black campaign maka calon akan di tinggalkan oleh masyarakat," ungkapnya.
"Intinya untuk melawan petahana dalam pilkada momentum covid ini sangatlah sulit sekali," tutup Hidayat.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hidayat-se.jpg)