Sulit Lawan Petahana di Pilkada Sambas, Ini Ulasan Pengamat

Sudah mulai kelihatan pasangan yang akan di usung oleh parpol. Dan kemungkinan ada tiga sampai empat calon

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Pengamat politik Kabupaten Sambas, Hidayat, SE 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pengamat politik Kabupaten Sambas, Hidayat, SE mengatakan, pada kontestasi Pilkada kali ini, yang akan di laksanakan pada 9 Desember mendatang, sudah hampir mencapai titik final.

"Pelaksanaan Pilkada sudah berjalan dan hampir mendekati kepastian pada saat pencaftaran dan penetapan calon pada akhir Agustus dan awal September," kata Hidayat, Selasa (28/7/2020).

Dijelaskan oleh Dayat, saat ini beberapa calon sudah bisa dipastikan maju. Dan masing-masing sudah mengantongi SK dan Rekomendasi dari Parpol.

Empat Bapaslon Menuju Pilkada Sambas 2020, Pasangan Petahana Atbah-Hairiah Segera Deklarasi

"Sudah mulai kelihatan pasangan yang akan di usung oleh parpol. Dan kemungkinan ada tiga sampai empat calon," tambah Hidayat.

Pasangan pertama kata Dayat, adalah pasangan Dr Helman Fachri dan Darso, yang akan di usung oleh partai Nasdem dan PDI-P.

"Helman-Darso sudah mengantongi SK DPP itu untuk memastikan dan persyaratan mereka bisa maju di Pilkada nanti," kata Hidayat.

Pasangan kedua yang mungkin akan melawan petahana adalah, padangan Heroaldi-Rubeiti.

"Sepertinya ini sudah mendekati kepasatian hanya menunggu deklarasi secara resmi sebab Rubeiti juga harus mengantongi SK DPP Golkar, sementara Heroaldi sudah mengantongi rekomendasi DPP PKB," ungkapnya.

Selanjutnya pasangan ketiga adalah, pasangan Satono-fahrurrofi dimana mereka sudah mengantongi SK DPP PAN (4 kursi ).

Maju di Pilkada Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi Gencarkan Sosialisasi

"Pasangan ini hanya tinggal menunggu 1 Partai besar lagi yakni Gerindara, jika gerindara dengan jumlah 7 kursi, yang mungkin berlabuh ke pasangan Satono- Rofi , maka dipastikan pasangan ini juga akan ikut berlenggang ke kontestasi pilkada Sambas," jelasnya.

Dan pasangan terakhir adalah pasangan petahana, Atbah Romin Suhaili dan Hj Hairiah. Dijelaskan dia, pasangan ini sudah dipastikan mempunyai kursi yang cukup untuk diusung.

"Mereka sudah mengantongi SK DPP PKS, PPP, Demokrat dan Hanura, dengan total jumlah 12 Kursi," jelasnya.

"Jika formulasi ini terjadi maka sesuai dengan prediksi saya pada 24 Februari lalu, bahwa ada maksimal 4 Pasangan," ungkapnya.

Dia pun mengungkapkan, bahwa saat ini jika dilihat dari sebaran kekuatan masing-masing calon. Sebetulnya mereka punya basis tersendiri baik dari segmentasi pemilih menurut usia, pendidikan, demokrafi, jenis kelamin, profesi dan lain-lain.

"Helman-Darso ini mungkin dari segment pemilih ideologis PDIP dan ormas Muhamadiyah serta kalangan intelektual. Kalau Heroaldi-Rubeiti mungkin ini dari kalangan pemilih atau simpatisan exs Bupati periode 2011-2015 ibu Juliartai," imbuh Hidayat.

"Karena mengingat adik kandung beliau maju (Heroaldi-Red) dan segment pemilih partai PKB dan Golkar, karena Ibu Rubeiti adalah istri dari petinggi Golkar Provinsi dan beliau juga mantan Anggota DPD RI," ungkapnya.

"Sementara itu, Satono- Rofi, yang di framing sebagai representatif kaum milenial dan wakilnya Rofi adalah anak dari Mantan Bupati 2 Periode (2002-2011) juga patut menjadi hitungan," kata dia.

Sedangkan Atbah-Hairiah kata Dayat, petahana juga sudah mempunyai jaringan dan kekuatan mesin yang kuat. Kata dia, ini terbukti dari hasil lembaga survey masih mengunggulkan pasangan Petahana.

Polsek Sengah Temila Bagikan Masker pada Warga

"Ini cukup rasional sebab sang incumbent sudah sangat dikenal dan di terima oleh seluruh kalangan dan lapisan masyarat. Jika melihat situasi seperti ini maka tidak berlebihan kiranya prediksi keunggulan dalam Pilkada nanti adalah pada pihak petahana," katanya.

Alasannya kata Dayat, para penantang calon petahana dengan waktu kurang lebih 3 bulan untuk pemilihan perlu kerja extra dalam hal mencari formulasi memperkenalkan diri dan mendapat penerimaan dari masyarakat.

Disisi lain konsep banding program yang ditawarkan kepada masyarakat berupa program riil dan terukur juga menjadi catatan penting sebagai evaluasi dari kinerja sebelumnya.

"Hal penting yang perlu di pikirkan adalah terkait dengan partisipasi pemilih dimana pra dan pasca Covid-19 preferensi masyarakat jauh berbeda, model kampanye dan sosialisasi jika masih menggunakan black campaign maka calon akan di tinggalkan oleh masyarakat," ungkapnya.

"Intinya untuk melawan petahana dalam pilkada momentum covid ini sangatlah sulit sekali," tutup Hidayat.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved