Mengejutkan! Donald Trump Mendadak Ingin Jalin Kerjasama dengan China, Ada Apa?

Di luar dugaan banyak pihak, Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan China.

Editor: Rizky Zulham
AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONG
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan kepada media setelah pertemuan dengan anggota Senat dari Partai Republik di Washington pada 9 Januari 2019. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Di luar dugaan banyak pihak, Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan China atau negara lain, Selasa (21/7/2020).

Sehingga memungkinkan membawa vaksin virus corona yang berhasil ke Amerika Serikat.

Langkah ini dilakukan meskipun ada ketegangan yang meningkat antara Beijing dan Washington.

"Kami bersedia bekerja dengan siapa pun yang akan memberi kami hasil yang baik," kata Trump, ketika ditanya apakah pemerintah akan berkolaborasi dengan China pada vaksin yang ditujukan bagi warga Amerika.

Pernyataan itu muncul sehari setelah para peneliti mengatakan sebuah vaksin terhadap virus corona.

Yang dikembangkan oleh CanSino Biologics Inc China dan unit penelitian militer China tampaknya aman dan memicu respons kekebalan pada sebagian besar subjek dalam studi tahap tengah yang diawasi dengan ketat.

Melansir Reuters, kandidat CanSino adalah salah satu dari segelintir vaksin yang telah menunjukkan harapan dalam pengujian awal manusia.

Vaksin lainnya yang juga bersiap untuk uji coba tersebut termasuk vaksin dari Moderna Inc yang berbasis di A.S dan BioNTech SE Jerman, dalam kemitraan dengan produsen obat Amerika Pfizer Inc.

Data dari percobaan awal hingga tengah-tengah gabungan kandidat vaksin yang sedang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Oxford dan perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca juga dirilis pada hari Senin.

Seperti yang diketahui, Trump telah lama menyalahkan China karena salah menangani pandemi virus corona yang mematikan, yang berasal dari kota Wuhan di China dan menyebar ke seluruh Amerika Serikat.

Virus ini sudah menewaskan lebih dari 140.000 warga Amerika dan meningkatkan harapan untuk vaksin yang cepat dan layak.

"Saya pikir kita akan memiliki beberapa hasil yang sangat bagus. Kami sudah dalam pengujian. Tidak ada yang berpikir itu mungkin,” katanya. 

Dia menambahkan, "Saya pikir Anda akan melihat sesuatu selama periode waktu yang cukup singkat berikutnya -mungkin periode yang sangat singkat- berkaitan dengan terapi dan vaksin yang sangat baik."

(*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved