Bupati Karolin Usulkan Bangun Lab Covid-19 dan Upgrade TCM, Gubernur Sutarmidji Beri Dukungan
Pemkab Landak, jelasnya, menggunakan dana tak terduga berencana untuk bisa melakukan tes swab untuk Covid-19.
"Tetapi nanti nilai kelayakannya oleh kementerian kesehatan dengan rekomendasi dari gubernur untuk bisa beroperasi sebagai laboratorium pemeriksa Covid-19,” paparnya.
“Kami harapkan mudah-mudahan setelah persiapan-persiapan yang telah kami lakukan kami juga mendapat dukungan dari bapak gubernur dan dari kementerian kesehatan."
"Jika laboratorium Covid-19 ini bisa beroperasi, maka Kabupaten Landak adalah satu-satunya kabupaten di Kalbar yang bisa melaksanakan tes pasti untuk Covid-19 selain provinsi yang sekarang di Untan,” lanjutnya.
Bupati Landak menyatakan, saat ini pihaknya ingin mewujudkan laboratorium tersebut dengan cepat lantaran situasi saat ini darurat kebencanaan, bukan situasi biasa.
Koordinasi dengan Pemprov dan Kemenkes terus dilakukan pihaknya saat ini.
“Sambil kami mempersiapkan di RSUD. Saya punya satu dokter patologi klinik yang memang tugasnya di lab dan siap mengoperasikan."
"Nanti akan tetap dilatih oleh kementerian untuk melaksanakan prosedur pemeriksaan high risk atau berisiko tinggi,” paparnya.
Terkait kondisi Kabupaten Landak saat ini, Karolin memastikan hingga Senin di Kabupaten Landak kasus konfirmasi positif sebanyak 19 orang.
“Puji Tuhan 19 orang ini dinyatakan sembuh sehingga angka kesembuhan di Kabupaten Landak 100 persen."
"Ini kabar gembira dan kami ucapkan terima kasih kepada semua yang sudah mau bekerjasama, karena kuncinya itu adalah kerjasama, koorperatif, komunikasi dan koordinasi," kata Karolin.
Pemerintah, disebutnya melakukan upaya ekstrim dalam upaya mencegah penyebaran yang luas dan kematian yang tinggi termasuk juga di Landak.
Dilakukan pembatasan sosial dan berbagai kebijakan lain yang mempengaruhi banyak hal termasuk aspek diantaranya ekonomi.
Bahkan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, dipaparkannya jika APBD Kabupaten Landak memasuki perubahan keempat, padahal umumnya APBD berubah maksimal dua kali.
"Bayangkan para kepala daerah dan para pengambil kebijakan dinegeri ini terus terang harus berpikir keras agar negara dapat memberikan pelayanan terbaik dalam situasi covid yang mempengaruhi ekonomi dan keuangan negara."
"Kami dari sejak perubahan pertama sudah melakukan beberapa pergeseran-pergeseran anggaran dengan melihat situasi yang berkembang," ungkapnya.
"Sejak awal memang sudah saya pangkas itu kegiatan-kegiatang yang bersifat rapat koordinasi, program yang melibatkan banyak orang termasuk anggaran paskibraka 17 agustus juga sudah dipangkas, karena saya mengutamakan bidang kesehatan sebagai yang utama," ujar Karolin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/karolin-margret-natasa-saat-menjadi-narasumber-tripon.jpg)